SMK Penerbangan Mengharapkan Uluran Tangan Donatur

Kondisi gedung SMK Penerbangan Raden Intan Bandarlampung sangat memprihatinkan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Gedung SMK Penerbangan Raden Intan Bandarlampung beralamat di jalan Pulau Tegal Way Dadi (depan MIN 5) Sukarame, Bandarlampung kondisinya sangat memprihatinkan.

Kepala SMK Penerbangan Raden Intan Bandarlampung Suprihatin, S.Pd mengatakan sekolah yang dipimpinnya berdiri pada tahun 2010.

Materi pendidikan yang diterima oleh siswa SMK penerbangan ini secara umum sama seperti  SMK/SMA setingkat yang lain. Tetapi spesifikasi materi pembelajaran difokuskan ke materi pendidikan tentang  dunia penerrbangan atau bandara, adapun jurusan yang ada sekarang adalah jurusan administrasi bandara, dan program tahun ajaran ini telah dibuka jurusan UPW (Usaha Perjalanan Wisata) .

Dia mengungkapkan bahwa perkembangan sekolah ini dari tahun ketahun terus berjalan dengan baik. Bahkan sambutan masyarakat sangat luasr biasa. Hal tersebut dibuktikan dengan menyekolahkan anak ke sekolah yang dipimpinnya.

“Sambutan masyarakat juga dibuktikan dengan adanya kerjasama antara pihak pengajar, siswa dan orangtua siswa,” katanya.

Pihaknya mengakui bahwa kesulitan melengkapi sarana dan prasarana terutama fasilisitas pendidikan yang sangat minim. “Bantuan dan perhatian Dinas Pendidikan sangat minim, tetapi dengan semangat dan swadaya dan kerjasama dari siswa, orang tua siswa dan pihak pengajar sekolah ini tetap berjalan,” ungkap dia.

Dia sempat mengeluhkan minimnya bantuan yang dikucurkan dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung ke Komisi V DPRD Provinsi Lampung. Bahkan dia beberapa kali mengajukan permohonan bantuan ke Gubernur Lampung, tapi belum juga ada tanggapan.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dan uluran dari para donator untuk kemajuan SMK Penerbangan ini. Sebab sampai sekarang belum ada bantuan,” akunya.

Dia menceritakan fasilitas laboratorim komputer dari tahun 2010 sampai saat ini baru 8 unit. Jadi sekolah ini secara swadaya hanya mampu membeli 1 unit komputer per tahun dan itupun atas dana swadaya yang ada.

Dilihat dari fasilitas gedung, SMK Penerbangan ini hanya memiliki 6 ruangan, yang terdiri ruang pembelajaran ada 3 kelas gedung baru, sedang  tiga ruang lainnya merupakan bangunan lama kondisinya sudah cukup memprihatinkan.  “Tiga ruangan tersebut dipakai untuk perpustakaan, kepala sekolah dan ruang guru serta fasilitas ruang WC yang masih dipakai secara bersama, tidak ada pemisahan antara ruang WC laki-laki dan perempuan,” keluhnya.

Meskipun sarana dan prasarana yang cukup minim, tetapi semangat belajar dan ingin maju dari siswa dan team pengajar di SMK Penerbangan ini tidak menurun, terbukti dangan banyaknya prestasi yang diraih oleh SMK Penerbangan ini cukup banyak , semua piala dan prestasi yang diraih disimpan di sebuah ruangan yang seadanya saja.

Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK Penerbangan ini sangat tertib dan disiplin, terlihat dari semangatnya para siswa mengikuti pembelajaran. (Sifa)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *