Bupati Tanggamus Hadiri Exspor Pisang Mas

Harianpilar.com, Tanggamus – Bupati Tanggamus Samsul Hadi menghadiri kegiatan exspor perdana pisang mas yang doselenggarakan oleh PT Great Giant Pineapple (GGP) dan Kelompok Tani Hijau Makmur  di Pekon Sumbermulyo, Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus, Selasa (16/01/2018).

Turut hadir Dirjen Holtikultura Kementrian Pertanian RI, Dr.Ir Spudnik Aujono Kamino,MM. beserta rombongan, Pimpinan PT Great Giant Pineapple Welly Sigiono beserta rombongan, Anggota DPRD  Kabupaten Tanggamus Hi. Siyafi’i ,S.Ag, para kepala OPD, Kapolsek Sumberejo mewakili Kapolres Tanggamus, para Camat Kecamatan Sumberejo, Gisting, Gunung Alip, Pulau Panggung,Ulubelu dan Air Naningan dan seluruh para anggota kelompok Tani Hijau Makmur.

Dalam sambutan Supriatno selaku perwakilan dari kelompok tani menyampaikan selamat datang kepada Dirjen beserta jajarannya  dan terimakasih kepada pemerintah daerah datas dukungannya selama ini.

Terimakasih juga beliau sampaikan kepada pimpinan Direksi PT GGP terimakasih atas kemitraannya karena dengan adanya kemitraan tersebut mereka mengaku senang gembira karena mereka merasa mendapatkan pemasaran yang lebih baik.

“Perusahaan terebut telah memberikan kesempatan kepada seluruh klompok tani di Kabupaten Tanggamus dan para petani terus minta agar dibina dan dibimbing  terus dan para petani menaruh harapan besar dengan kemitraan tersebut di Tanggamus bisa maju dan sukses,” katanya.

Dalam sambutannya Pimpinan PT. Great Giant Pineapple Welly Sugiono menyampaikan bahwa Kabupaten Tanggamus Khususnya Provinsi Lampung harus mencari produk produk yang bernilai tinggi dan bisa masuk Kuwalitas Exspor, sehingga Provinsi Lampung tidak terjebak dalam permasalahan klasik. “Dengan dimulainya pengiriman pisang mas ke Singapur tidak menutup kemungkinan juga kita akan mencari produk produk holtikultura unggulan yang lain yang bisa kita kembangkan. Hari ini kita Exspor pisang ke Singapur, tujuan utama sebetulnya bukan kesana melaikan ke Cina, karena peluang volumenya lebih besar,” katanya.

Dia bersama sama Dirjen berusaha mencarikan model-model yang baik dan  bagaimana petani bisa mendapatkan permodalan yang lebi murah.

Dia menginginkan agar para petani bergabung dalam suatu badan hukum koprasi, sehingga dengan badan hukum koprasi nanti akan diajulan ke badan Bea Cukai supaya dapat kawasan berikat untuk UMKM.

Apabila petani sudah masuk ke situ, maka dia akan mensuplai pupuk yang beliau impor dan obat obatan dengan harga yang lebih murah.

Menurutnya tingginya harga pupuk yang para petani beli mahal karena diakibatkan oleh tingginya beban bea masuk, PPH, PPN ditambah oleh keuntungan para pedagang pupuk tersebut.

Bahkan kedepan dikatakan dia tidak hanya pisang saja akan tetapi akan dicari produk lain karena kebutuhan dunia sangat banyak.

Sambutan Dr.Ir. Spudnik Sujono Kamino,MM.(Dirjen Holtikultura Kementeian Pertanian  RI mengatakan bahwa kegiatan yang akan dilaksanan tersebut adalah salah satu contoh, kedepan yang akan dikembangkan.

“Pada kesempatan ini kita bultikan bersama sama kita memulai Exapor dan ini adalah salah satu yang di fikirkan Presiden karena gak bisa para petani di biarkan sendiri kemudian bisa Exspor keluar negri. Kenapa Bapak Presiden berfikir demikian karena kita ingin cepat kita integrasikan dengan Exsportir, bagai man kuwalitas bentuk dan rasa, Dan semua itu ada setandarnya. Kemudian kepada para petani dan koprasi hijau makmur Beliau berpesan untuk terus bersemangat dalam bekerja mulai untuk orientasi Exspor dan  terus belajar agar kedepan hasinya akan jadi lebih baik lagi. (Ron/Mar)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *