Oknum Sekdes Adiwara Diduga Hamili Warga

Harianpilar.com, Lampung Timur – Oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Adiwarno, Kecamatan Batang Hari, Kebupaten Lampung Timur (Lamtim) AM diduga kuat menghamili (AN), warga setempat yang usia kandungannya saat ini mencapai tujuh bulan.

Ratusan  warga Desa Adiwarno, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur mendesak (AM) diberhentikan dari jabatannya sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) setempat, Kamis (11/01/2018).

Warga menilai sebagai Sekdes, AM seharusnya memberikan contoh teladan yang baik kepada masyarakat yang ada di desa, akan tetapi hal tersebut tidak berlaku buat desa Adiwarno, Kecamatan Batang Hari.

“Kami, warga Desa Adiwarno, Kecamatan Batang Hari membuat surat pernyataan tanpa ada paksaan dari pihak manapun agar Sekdes AM dipecat dari jabatannya. AM tidak layak lagi menjabat sebagai sekdes Adiwarno,” cetus Abas (40) salah seorang perwakilan warga.

Dikatakannya, semua para warga Desa Adiwarno merasa kecewa atas perilaku Sekdes. Perbuatannya diduga sangat melanggar norma hidup di masyarakat. “Status AM sudah jelas sebagai PNS dan memiliki istri yang syah,” kata dia.

Untuk itu, sambungnya, masyarakat Desa Adiwarno mengharapkan kepada Bupati Lampung Timur agar mengambil sikap tegas dengan cara memberhentikan dengan tidak hormat kepada AM.

Hal yang sama juga disampaikan warga lainnya. Dia mengatakan kalau seorang PNS yang hendak menikah lagi harus seijin istri tua, dan harus ada pemberitahuan dan tembusan kepada instansi kepegawaian yang ada di kabupaten dimana dia tugas. Pernikah itu harus memenuhi sarat. Dia mencontohkan apabila istrinya sakit yang sulit disembuhkan/keras sudah tahunan, baru boleh menikah lagi. Pernikahan tersebut harus disertai dengan surat tertulis dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Sementara Mudiono, Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Adiwarno, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur mengatakan, dia sebagai BPD Desa Adiwarno menampung aspirasi masyarakat. Hadisilnya akan diteruskan kepada pihak-pihak terkait agar segera terselesaikan.

Terpisah, Kepala Desa Adiwarno Gunaryo berjanji akan secepatnya menindaklanjuti persoalan ini dan akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

Sementara disinggung, Status Sekdes (AM) sebagai PNS dan memiliki istri yang syah secara negara dan agama, Gunaryo mengakui benar sekdes berstatus PNS dan resmi mempunyai istri. “AM bilang kepada saya telah menikahi AN secara sirih,” pungkasnya. (*)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *