Kapolres Pesawaran Audensi dengan Wartawan

Harianpilar.com, Pesawaran – Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi menggelar audensi dengan insan pers di Kabupaten Pesawaran di aula Mapolres Pesawaran, Rabu (10/1/2018). Hadir dalam acara tersebut puluhan insan pers yang tergabung dalam beberapa organisasi pers diantaranya anggota PWI Pesawaran, baik harian, online dan wartawan mingguan.

Kapolres menginginkan sinergitas antara Polres Pesawaran dan insan pers yang ada di Kabupaten Pesawaran. “Acara ini sengaja saya adakan karena ingin bersilahturahmi dan bertatap muka langsung dengan awak media atau insan pers yang ada di Kabupaten Pesawaran,” kata Syaiful.

Dia menjelaskan, banyak hal yang perlu ditingkatkan dalam menunjang  situasi Kamtibmas yang aman dan kondu sif di Kabupaten Pesawaran.

“Diantaranya program patroli bersama antar Polsek dan jajaran polres dengan tujuan meningkatkan keamanan sampai ke pelosok desa, sehingga semua Desa di Pesawaran terpantau dengan baik, keamanannya,”jelasnya.

Menurut Kapolres, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif menjadi salah satu kunci mencapai sukses program pembangunan. Untuk mewujudkan dan menjaga kondisi kamtibmas yang kondusif diperlukan peran aktif semua pihak, tak terkecuali kalangan pers atau wartawan.

“Saat ini, sarana informasi teknologi semakin maju. Berbagai peristiwa dan informasi di kabupaten ini dapat langsung diakses masyarakat melalui interne.  Karena itu, peran wartawan dalam menyajikan informasi yang positif, obyektif   sangat penting dalam mendukung terciptanya suasana kondusif,” kata kapolres.

Kapolres berharap, para wartawan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menyajikan pemberitaan.  Silahkan sajikan berita sesuai fakta, namun tetap harus meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan.Misal ada kasus pencurian di suatu wilayah. Jangan ditulis, wilayah itu rawan pencurian.Itu akan menimbulkan kesan negatif terhadap masyarakat setempat,”  terangnya.

Kapolres juga sangat mendukung adanya aturan standar sertifikasi kompetensi untuk wartawan sebagai mana diatur dalam undang-undang pers.

“Kalau wartawan tak mempunyai sertifikasi kompetensi, maka saya berhak menolak. Apalagi terkait konfirmasi pemberitaan. Mudah-mudahan semua wartawan di Pesawaran sudah bersertifikasi kompetensi,” harapnya. (Mar)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *