BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem

Ilustrasi antaranews.com

Harianpilar.com, Bandarlampung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Panjang mengimbau untuk waspada karena selama tiga hari kedepan akan terjadi cuaca ekstrem.

Hal ini disampaikan Kepala BMKG Stasiun Maritim Panjang Sugiyono melalui pesan what’s Apps Messenger Rabu (10/1/2018).

“Hasil pantauan sebagai dasar pertimbangan prakiraan cuaca adalah terdapatnya pusat tekanan rendah yang terbentuk di Samudra Hindia Barat Laut Lampung (990hPa/TC Irving), dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat (1010hPa), Perairan barat Darwin (1006hPa),” ungkapnya.

Angin gradien di wilayah Indonesia, lanjut dia, umumnya didominasi dari arah Timur – Selatan, dan wilayah Indonesia bagian selatan umumnya dari arah Barat – Barat Laut, dengan suhu muka laut antara 26 – 32 °C dengan anomali suhu muka laut berkisar antara -1.0 derajat hingga 1.5 derajat celcius.

“Angin permukaan 10 M di wilayah Indonesia sebelah utara equator secara umum arahnya dari timur hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar 4 – 28 km/jam. Sedangkan di selatan equator umumnya dari barat hingga utara dengan kecepatan berkisar 4 – 37 km/jam. Kecepatan angin tertinggi terjadi di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan,” terangnya.

Menurutnya, hujan dengan intensitas sedang – lebat akan terjadi. “Perairan Bengkulu hingga Perairan Barat Lampung, Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah. Prospek Tinggi Gelombang adalah  0.5 – 1.25 m (Slight Sea), Perairan timur Lampung 1.25 – 2.50 m (Moderate Sea), Perairan barat Bengkulu hingga Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan 2.50 – 4.0 m (Very Rough Sea), Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Laut Cina Selatan, Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Banten dan Jawa Barat.

Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut juga dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang,” bebernya.

Kondisi tersebut, kata dia, akan berlangsung hingga 3 hari kedepan. “Himbauan kepada seluruh masyarakat di wilayah pesisir Lampung, nelayan dan para pelaku transportasi laut untuk lebih hati-hati dan waspada karena memang saat ini sudah masuk musim hujan dan monsun baratan yang cenderung kencang dan berdampak cuaca ekstrem. Dan diharapkan selalu update informasi cuaca pada instusi pemerintah yang resmi yaitu BMKG atau kunjungi web kami http://maritim.bmkg.go.id,” tandasnya. (Mar/Lis)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *