Dirjen Pajak Didesak Usut PT.SGC dan Cagub

Harianpilar.com, Bandarlampung – Indikasi keterlibatan PT. Sugar Group Companies (SGC) dalam membiayai salah satu calon gubernur (Cagub) Lampung terus menjadi sorotan. Perusahaan gula milik Jusuf Gunawan dan Purwanti Lee itu diduga kuat menjadi penyandang dana sosialisasi berbiaya besar seperti jalan sehat bertabur hadiah, pentas musik dengan artis-artis dangdut ibukota, pengajian akbar, bahkan belakangan ditemukan pembagian susu beserta alat peraga cagub tersebut.

SGC juga disinyalir mensupport calon tersebut untuk mendapatkan dukungan banyak partai politik. Kecurigaan itu diperkuat oleh beredarnya screenshoot rekomendasi DPP salah satu parpol untuk cagub yang diduga berasal dari pesan WhaatsApp Nyonya Lee ke salah satu oknum wartawan.

Indikasi keterlibatan corporasi dalam kancah politik di Lampung dinilai bukan hanya membajak demokrasi yang sejatinya milik rakyat, namun juga disinyalir sebagai betuk pengamanan corporasi yang punya masalah lahan serta sebagai upaya perluasan bisnis. Karena itu, Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak harus terlibat untuk memeriksa bakal calon gubernur serta perusahaan yang diduga mendanai seluruh kegiatan cagub yang bersangkutan.

Pengamat Hukum Universitas Lampung, Yusdianto Alam, mengatakan, aroma keterlibatn korporasi (SGC-red) dalam politik sudah lama berlangsung. Bahkan jelang Pilgub Lampung 2018 aroma itu kian menguap. Publik telah menduga ada keterlibatan corporasi, hal itu terlihat dari langkah serius corporasi dalam memback-up calon yang diusung.

“Saya cukup menyayangkan, bila demokrasi yang senyatanya milik rakyat kemudian dibajak atas kepentingan corporasi. Maka sudah sewajarnya publik marah dengan tidak memilih calon yang bersangkutan. Adanya konspirasi antara corporasi dan politisi tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk pengamanan dan perluasaan bisnis. Maka saya setuju bila pemerintah dalam hal ini Dirjen pajak masuk untuk terlibat memeriksa perusahan dan calon,”ujar Yusdianto melalui pesan singkat Whatsapp pada Harian Pilar, Selasa(2/1/2018).

Soal indikasi keterlibatan PT. SGC, Yusdianto, mengatakan apa yang terlihat dan beredar di masyarakat saat Pilgub 2014 lalu bisa jadi cerminan di Pilgub 2018 kali ini. “Tidak dapat memastikan apakah sosialisai dan munculnya Arinal dan Nunik di back-up oleh SGC, namun belajar dari pilgub 2014 ada prilaku yang sama,” tandasnya.

Termasuk dukungan banyak parpol pada Arinal, lanjut Yusdianto, hampir dapat di pastikan dengan mahar.”Karena tidak ada ngopi yang gratis kecuali ngopi dirumah sendiri,”cetusnya.

Administrasi Manager PT. SGC, Heru Sapto, berulang kali dikonfirmasi masalah dugaan keterlibatan PT.SGC dalam pembiayaan calon tidak menjawab meski ponselnya dalam keadaan aktif. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat ke ponselnya juga tidak di balas. Begitu juga Nyonya Lee hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.(Ramona/Tim/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *