Nasib Arinal Diujung Tanduk

Arinal Djunaidi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Nasib Arinal Djunaidi yang bakal maju sebagai salah satu bakal calon (Balon) Gubernur Lampuung tahun 2018 mendatang diujung tanduk. Pasalnya, Arinal sebagai Bacagub yang diusung partai Golkar Lampung kemungkinan akan diganti, bila ketua umum Golkar Setya Novanto diganti.

Pengamat politik dari Universitas Lampung Dedi Hermawan mengatakan, sebaiknya Ketua DPP Golkar Setya Novanto diganti dengan Ketum yang baru melalui mekanisme yang diatur partai demi menjaga citra partai dimata publik.

“Bisa saja diganti bila Ketum Golkar yang lama diganti, ketentuan itu melalui mekanisme partai, rekomendasikan keputusan dari partai,” jelasnya kepada Harian Pilar, Minggu (19/11/2017).

Dosen Unila itu menjelaskan, tentu keputusan tersebut sangat terbuka untuk ditinjau kembali. “Iya, itu hal biasa,  ganti pemimpin ganti kebijakan maka tidak menutup kemungkinan bila cagub Arinal diganti,” katanya.

Sebelumnya DPP Golkar telah menetapkan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi untuk maju dalam Pilgub Lampung 2018 mendatang. Penetapan tersebut tertuang dalam surat Nomor B-1186/Golkar/VII/2017 pada Selasa (1/8/2017) di kantor DPP Partai Golkar.

“Kemudian pada tanggal 1 Agustus, kita sudah rapat tim pilkada DPP Partai Golkar bersama DPD I Partai Golkar se-Indonesia,” kata Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Toni Eka Chandra, saat memberikan keterangan resmi di kantor DPD I Partai Golkar Lampung, Rabu (2/8/2017).

Rapat di DPP Partai Golkar merupakan kali ke tujuh dalam pembahasan pilkada. Tidak hanya membahas calon, tapi juga membahas rencana strategi dan rencana operasional program aksi pemenangan pilkada. “Rapat telah menetapkan Arinal menjadi calon Gubernur Lampung pada Pilgub 2018 mendatang.

Dalam surat tanggal 1 Agustus 2017 tersebut ditandatangani ketua harian DPP Partai Golkar H. Andi Muhammad Nurdin Khalid dan Sekretaris Jendral Idrus Marham. Selain itu H. Andi Muhammad Nurdin juga menjadi tim ketua pilkada pusat. Sementara Idrus Marham sebagai sekretaris tim pilkada pusat.

KPK resmi mengeluarkan surat perintah penahanan untuk Setya Novanto. Namun pihak Novanto disebut menolak menandatangani berita acara penahanan tersebut.

“Terkait dengan proses penahanan, KPK melakukan penahanan terhadap SN (Setya Novanto),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/11/2017).

Dalam surat penahanan itu, Novanto sedianya ditahan di rumah tahanan (rutan) Klas I Jakarta Timur cabang KPK. Surat perintah penahanan itu ditunjukkan langsung ke pihak Novanto.

“Terhitung 17 November 2017 hingga 6 Desember 2017,” ucap Febri.

KPK menunggu hasil pemeriksaan tim dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk memindahkan Setya Novanto ke rumah tahanan. Rencananya, Setya Novanto akan ditahan di Rumah Tahanan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan KPK percaya bahwa dokter-dokter yang menangani Setya di RSCM akan bekerja secara profesional dan mendukung kerja KPK.

“Tentang hasil (pemeriksaan), kami tunggu pengumuman resminya,” kata Saut. (Fitri/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *