Narkoba, Sekretaris Gerindra Pesawaran Terancam Dipecat

ilustrasi/int

Harianpilar.com, Bandarlampung – DPD Partai Gerindra Lampung akan memberi sanksi  pemecatan kepada Sekretaris Gerindra Pesawaran Muhammad Arsad (45), kader internal yang terjerat kasus narkoba. Hal tersebut dikatakan Ketu Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim melalui telepon selulernya, Selasa (12/8/2017).

“Tidak ada dispensasi yang terjerat penyalahgunaan narkoba, sanksinya langsung pemecatan, tidak ada tawar menawar,” tegasnya.

Pihaknya tidak segan untuk memberi sanksi pemecatan terhadap kader yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba.

Partai Gerindra memiliki konsekuensi dan ideologi yang tegas  untuk kader yang terlibat dalam penyalahgunaan obat terlarang tersebut.

Dirinya tidak ingin ada kader partainya tersandung dalam masalah pemakaian barang terlarang. “Kita tidak tebang pilih, mau kader biasa atau pengurus,” jelasnya.

Sebelumnya, Polresta Bandarlampung menangkap Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran Muhammad Arsyad saat sedang memakai narkoba jenis sabu di kediamannya jalan Beringin Raya, Kemiling, Bandarlampung pada Sabtu (9/9/2017) malam.

“Iya benar, sekarang sudah kita amankan di Mapolresta Bandarlampung bersama alat buktinya sabu-sabu sisa pakai dan alat hisap jenis (bong),” katanya, Minggu (10/9/2017).

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat, karena di lokasi itu sering digunakan untuk pesta narkoba, namun saat dilakukan penggrebekan ternyata yang bersangkutan hanya sendiri.

“Dia sendirian, informasinya di situ sering dijadikan tempat untuk pesta narkoba, tapi saat tim kesana dia lagi sendirian, dan sebelum dilakukan penggerbekan kita juga sudah melapor ke RT setempat,” pungkasnya.

Indra menyampaikan, Arsad dijerat dengan Pasal 112 dan 114 UU Narkotika.

“Kami jerat tersangka dengan Pasal 112 dan 114, karena kepemilikan barang bukti narkoba yang kami temukan di rumahnya itu seperti alat isap (bong) dan plastik klip sisa sabu dan itu diakui milik tersangka,” jelasnya.

Diketahui, dalam Pasal 112 menyebutkan, setiap orang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

Sedangkan, Pasal 114 berbunyi, setiap orang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Indra melanjutkan, setelah resmi menjadi tersangka, Arsad langsung ditahan. “Kami tahan guna penyidikan lebih lanjut. Kami juga akan koordinasi dengan pihak kejaksaan,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Indra, pihaknya masih terus mengembangkannya, guna menangkap jaringan Arsad. “Sudah kami dapat siapa jaringannya, dan saat ini masih dalam penyelidikan di lapangan,” pungkasnya. (Fitri/Mar)

Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *