Polisi Ringkus Pembunuh PLD Negeri Katon

Harianpilar.com, Pesawaran – Polisi akhirnya berhasil meringkus tersangka pelaku pembunuhan Bambang Hermanto (42) warga Desa Kedondong. Romi berhasil dibekuk aparat gabungan Polres Pesawaran dan Polda Lampung pada Selasa (5/9/2017) dini hari, tiga minggu setelah kajadian.

Kapolsek Kedondong Iptu Firdaus saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (5/9/2017), mengatakan tersangka ditangkap di Desa Gunung Raya, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan.

“Aparat gabungan dari Polres Pesawaran dan Polda Lampung melakukan pengejaran terhadap tersangka. Tim gabungan akhirnya berhasil menangkap Muhromi, tersangka pembunuhan Bambang Hermanto yang di temukan tidak bernyawa tanggal 14 Agustus 2017 yang lalu,” ujarnya.

Kapolsek menyebut, pelaku pembunuhan itu merupakan warga Desa Gunung Sari Kecamatan Way Khilau, Pesawaran.

“Tersangka warga Gunung Sari dan sudah memiliki keluarga. Mengenai motif pembunuhan terhadap anggota Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Negeri Katon itu masih didalami dengan meminta keterangan dari terduga pelaku pembunuhan ini,” kata dia.

Dia menjelaskan, tersangka kini sudah diamankan di Hotel Prodeo Polda Lampung guna penyidikan lebih lanjut. “Sel di Mapolres Pesawaran kan kini sedang direnovasi. Oleh karena itu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kini tersangka ditahan di sel Polda Lampung,” terang dia.

Diketahui, pada 14 Agustus 2017 lalu, Warga Desa Gunung Sari digegerkan oleh penemuan mayat dengan leher nyaris putus di jalan Desa Gunung Sari. Korban atas nama Bambang Hermanto (42) warga Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong.

Korban merupakan Anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Bambang Hermanto (42) ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 23.00 WIB Senin (14/8/2017). Terdapat luka sayat di leher dan sejumlah luka tusuk di tubuh.

Kapolsek Kedondong Iptu Firdaus mengatakan, mayat Bambang ditemukan tergeletak di jalan Desa Gunungsari, Waykhilau. ’’Kami mendapat laporan warga. Kami bersama anggota Polres Pesawaran langsung menuju tempat penemuan mayat korban,” kata Firdaus mewakili Kapolres Pesawaran AKBP M. Syarhan.

Di lokasi penemuan, terdapat motor Yamaha Mio BE 6929 RF dan ponsel serta dompet yang diduga milik korban. ”Korban tewas digorok dan sekitar tujuh luka tusuk di tubuh.  Ada di dada dan perut,” ujarnya.

Terkait penyebab tewasnya korban yang juga menjadi pendamping dana desa di Desa Lumbirejo, Negerikaton ini, Firdaus belum bisa memastikan. Apakah dibunuh karena faktor dendam atau menjadi korban kejahatan.

”Kita masih melakukan penyelidikan. Karena itu, belum dapat disimpulkan motif pembunuhan terhadap korban. Anggota masih di lapangan dan eminta keterangan saksi,” kata dia.

Sementara Kepala Desa Kedondong Iwan Rosa membenarkan, Bambang adalah warganya. Selain menjadi anggota LPM, korban juga aktif sebagai anggota DPC Gerakan Anti Narkoba Kecamatan Kedondong

”Kalau dari kondisi ditemukannya jasad korban (Gunungsari), saya rasa bukan tempat peristiwa. Hanya pembuangan saja. Karena tidak ditemukan ceceran darah di sekitar lokasi penemuan. Cuma ada darah dari luka gorok yang sudah membasahi baju dan jaketnya,” kata Iwan.

Menurut Iwan, saat polisi melakukan olah TKP, ponsel Bambang sempat berbunyi. Ada pesan singkat yang dikirimkan seseorang. ’’Malam pada saat olah TKP, handphone korban sempat berbunyi. Ada SMS dari seorang wanita yang isinya, ’Yah sudah sampai di rumah belum’,” sebut dia.

Lebih lanjut Iwan mengungkapkan, semasa hidup, Bambang dikenal sosok yang aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan. ”Kalau kesehariannya, almarhum hampir tidak ada masalah. Dia juga aktif di kepemudaan. Kita sangat kehilangan dan turut mengucapkan bela sungkawa. Semoga keluarganya dapat diberikan kesabaran,” ungkap Iwan. (Mar/Fahmi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *