Supriadi ‘Copot’ Juniardi

Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Juniardi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung Supriadi Alfian secara mengejutkan melarang Wakil Ketua PWI Lampung Juniardi untuk menggunakan nama PWI. ‘Pencopotan’ Juniardi ini berkaitan dengan statemennya yang meminta wartawan untuk nonaktif atau mundur jika menjadi calon anggota legislatif, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atau menjadi tim sukses.

Kuat dugaan pernyataan itu menyinggung Ketua PWI Provinsi Lampung yang kini menjadi bagian dari tim bakal calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

“Teman-teman, mulai Rabu malam saya tidak mengizinkan Juniardi S.Ip.MH memakai lagi nama lembaga PWI,” tulis Ketua PWI Lampung Supriadi Alfian di salah satu grop WhatsApp wartawan, Rabu (23/8/2017) malam.

Pernyataan Supriadi Alfian ini hanya sesaat setelah Juniardi membagikan pers release yang isinya mengingatkan agar wartawan yang memutuskan menjadi calon anggota legislatif, calon DPD, atau tim sukses, wajib non aktif atau mengundurkan diri.

Juniardi justru merujuk seruan Dewan pers  yang ditandatangani Ketua Dewan Pers saat di jabat Prof Bagir Manan.

Menurut Juniardi,  yang juga Ketua Forum Wartawan Online Lampung itu,  bahwa dalam seruan bernomor 02/2014 tersebut tertulis Pers Indonesia harus menjadi wasit dan pembimbing yang adil dan menjadi pengawas yang teliti dan seksama terhadap pelaksanaan pemilu, bukan sebaliknya menjadi pemain yang menyalahgunakan ketergantungan masyarakat terhadap media.

“Hal itu tertuang dalam Butir 4 Deklarasi Hari Pers Nasional tahun 2014 di Bengkulu,” katanya.

Perusahaan pers, lanjutnya, juga harus memiliki pagar api yang tegas dalam menayangkan iklan politik.

Sebelum memuat iklan politik peserta pemilu atau pilgub, terangnya, perusahaan pers harus memperhatikan bahwa pemuatan iklan harus sesuai dengan ketentuan dalam UU Pemilu, UU Pers, Peraturan KPU, dan etika pariwara Indonesia.

“Perusahaan pers juga harus tegas membedakan antara berita ataupun iklan yang ditulis dengan menggunakan model dan struktur berita atau advertorial,” tulis Juniardi dalam pers releasenya.

Juniardi mengaku tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa dalam pernyataannya itu. “Saya tidak tau mengapa dia (Ketua PWI) seperti itu. Saya juga tidak menyebut nama dalam pers release itu. Tapi itu terserah, saya hanya menyampaikan apa yang sepatutnya saya sampaikan,” pungkasnya.(Mico P)

Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *