Polres Pesawaran Dalami Kasus Pembunuhan PLD Negeri Katon

ilustrasi sebarr.com

Harianpilar.com, Pesawaran – Polres Pesawaran terus melakukan pendalaman terkait kasus pembunuhan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Negerikaton, Bambang Hermanto (45) beberapa waktu lalu.

“Saat ini kita masih mendalami dan melakukan pengembangan terkait pengungkapan kasus pembunuhan warga Desa Kedondong tersebut,” ujar KBO Res Pesawaran, ¬†Ipda Sunaryo via ponselnya, Selasa (22/8/2017).

Dia mengungkapkan pihaknya telah membentuk tim khusus guna mengungkap dan memburu dari pelaku pembunuhan. “Tim sudah kita sebar dilapangan. Untuk itu kita juga berharap bantuan masyarakat dapat memberikan informasi tambahan dalam menuntaskan kasus ini,” imbuhnya.

Terpisah, keluarga korban Berliyan berharap pihak Polres Pesawaran dapat secepatnya menuntaskan dan menangkap pelaku pembunuhan Bambang Hermanto alias Man Ayau, mengingat kasus pembunuhan sudah berjalan sepekan, namun titik terang atas pembunuhan bapak dari 3 anak ini belum juga terungkap.

“Kami sekeluarga mengharapkan pihak berwajib benar-benar bekerja untuk menangkap pelaku dan membongkar dari motif pembunuhan,” tukas Berliyan.

Diberitakan sebelumnya, Bambang Hermanto bin Sarif Samsu alias Man Ayau (45) warga Desa Kedondong, Senin (14/8/2017) sekira pukul 22.45 wib, ditemukan warga Desa Gunung Sari-Wayrilau tergeletak tewas bersimbah darah dengan luka 7 tusukan dan 2 sayatan dengan kondisi leher hampir putus. Kuat dugaan Bambang Hermanto alias Man Ayau yang juga diketahui menjadi PLD di Kecamatan Negeri Katon adalah korban pembunuhan.

Diceritakan Harno, mewakili Aldi (17), warga Desa Gunung Sari-Wayrilau, yang pertama kali mendengar kabar berita adanya penemuan mayat. Dirinya sebelumnya mendapat informasi dari 2 orang pengendara motor tidak dikenal bahwa ada mayat ditengah jalan dengan kondisi leher hampir putus.

“Malam Aldi sedang duduk dipinggir jalan. Dan sekitar jam 22.45 wib dua pengendara motor lewat ngasih kabar kalau ada mayat ditengah jalan. Lalu orang itu berhenti kembali dikonter, dia bilang kasih tau dan lapor sama pak lurah,” ujar Harno, mengutip pembicaraan 2 orang pengendara motor misterius tersebut. (Fahmi/Mar)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *