oleh

Pairin Tanggapi Kasus Dugaan Malpraktik RS Muhammadiyah

Harianpilar.com, Metro – Dugaan malpraktik di Rumah Sakit Muhammadiyah Kota Metro yang dialami bayi perempuan dari pasangan Suami Istri (Pasutri) Aan Fukron (26) dan Fitriana (25) warga Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat Kota Metro, mendapat perhatian serius dari Walikota Metro Achmad Pairin.

Menurutnya, permasalahan dugaan malpraktik RS Muhammadiyah Metro yang melakukan Malpraktik, sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa bayi perempuan tersebut baru sebatas dugaan.

Pairin sedang menunggu kajian terlebih dahulu terkait kejadian itu, dan dirinya mengaku akan segera melakukan kroscek serta peninjauan ke RS Muhammadiyah Metro.

“Ini kan baru sebatas dugaan. Jadi kami akan menunggu kajian terlebih dahulu agar tahu persis sebenarnya permasalahan yang terjadi. Karena, mengambil keputusan tidak bisa sembarangan. Intinya, saya katakan, terkait permasalahan ini kedepan pasti akan kami kaji lebih lanjut,” tegasnya, Senin (8/5/2017).

Diberitakan sebelumnya, Dunia Kesehatan Kota Metro kembali tercoreng. Pasalnya, Rumah Sakit Swasta Muhammadiyah Kota Metro diduga melakukan malpraktik yang mengakibatkan seorang bayi harus merenggang nyawa.

Bayi yang berjenis kelamin perempuan dari pasangan suami istri (Pasutri) Aan Furkon (26) dan Fitriana (25) warga jalan Kakak Tua Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat Kota Metro itu diduga menjadi korban malpraktik pasca operasi caesar yang dilakukan RS Muhammadiyah Kota Metro. Saat ini jenazah bayi malang tersebut sudah dilakukan visum dan kasusnya masih di tangani Polres setempat.

Menurut keterangan pihak keluarga, Aan Furkon yang menggunakan kartu BPJS saat berobat mengaku pasrah atas kehilangan putri pertamanya. Namun pihak keluarga tidak terima, dikarenakan diduga adanya unsur kelalaian dan ketidakseriusan pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Metro dalam mengurus pasien BPJS.

“Kejadian ini bermula pada sabtu malam istri korban hendak melahirkan, dan pihak rumah sakit langsung berupaya melakukan operasi caesar pada sabtu pagi, akan tetapi naas, setelah selesai operasi nyawa bayi tidak dapat diselamatkan. kami curiga, dikarenakan kondisi jenazah bayi saat meninggal dalam keaadan tidak wajar, di sebelah tangan mengalami luka lebam, kulit terkelupas serta ada luka luar,” ungkap salah satu keluarga korban, Sabtu (6/5/2017).

Paman korban Khairul menjelaskan, pihak keluarga sudah meminta penjelasan kepada direktur rumah sakit muhamadiyah, namun pihak rumah sakit mengatakan tidak tahu penyebab meninggalnya bayi malang tersebut dan mengaku sudah menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan bayi pada umumnya.

“Kesal lantaran penjelasan dari pihak rumah sakit yang tidak masuk akal, akhirnya kami pihak keluarga di dampingi Kasat Reskrim Polres Metro segera membawa jenazah bayi ke Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro untuk dilakukan visum agar mengetahui apa penyebab kematian bayi tersebut, dan saat ini kasus tersebut masih di tangani Sat Reskrim Polres Metro, petugas kepolisian juga masih terlihat di lokasi untuk mencari informasi dugaan malpraktek rumah sakit tersebut,” bebernya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Direktur RS Muhammadiyah Metro Dr. Emi Sulistiyani mengatakan, terkait operasi tersebut pihaknya sudah melakukan sesuai SOP, dan kedepan jenazah bayi tersebut akan di outopsi agar diketahui apa penyebab kematian sang bayi tersebut. (Zuli/Mar)

Komentar