oleh

Irawan Tato, Provokator Kerusuhan Terancam Pidana Mati

Harianpilar.com, Tulangbawang – Provokator kerusuhan yang terjadi di Kecamatan Gunungterang, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) pada tahun 2016 silam, Irawan Tato akhirnya berhasil ditangkap setelah buron selama 10 bulan. Warga Kampung Terangagung RT. 04 Kecamatan Gunung Terang ini berhasil ditangkap di Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (11/01/2017).

Kapolres Tulangbawang AKBP. Agoes Wibowo mengatakan, penangkapan Irawan Tato berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan bahwa keberada Irawan Tato saat ini di daerah Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan, Ia (Irawan) saat ini berprofesi menjadi penjual gorengan di Pagar Alam, ujar Kapolres Tuba.

Berdasarkan informasi masyarakat tersebut, lanjut Agoes Wibowo, anggota Tekab 308 Polres Tulangbawang berangkat untuk memastikan keberadaan Irawan Tato yang sudah lama menjadi DPO Polres Tuba.

“Setelah dipastikan benar orang tersebut adalah Irawan Tato, tim Tekab langsung melakukan penangkapan, namun saat akan dilakukan pengkapan yang bersangkutan (Irawan Tato) melakukan perlawanan, karena membahayakan petugas akhirnya dilakukan penembakan dan mengenai kakinya,” ujar Agoes Wibowo.

Peran Irawan Tato ini lanjut Agoes, menjemput paksa para sandra sembari  menembakan pistolnya ke atas. “Ia berboncengan bersama Amhar sambil membawa 1 sandera, lalu memukul para sandera dengan menggunakan gagang Senjata Api (Senpi), dan tangan. Adapun peralatan yang digunakan yakni 1 pucuk Senjata Api rakitan, dan 1 unit sepeda motor Mega Pro warna hijau,” jelasnya.

Ditambahkan Agoes Wibowo, Irawan Tato yang berperawakan tinggi 163 cm dengan Berat badan 60 kg ini diancam Pidana Mati. “Pasal yang dikenakan terhadap Irawan Tato, yaitu Pasal 340 sub 338 KUHP dengan ancaman Pidana Mati,” tandasnya. (Merizal/Juanda)

Komentar