oleh

Membongkar Indikasi ‘Persekongkolan’ Tender Proyek PU Lampura

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dipolisikannya Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau panitia lelang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara oleh rekanan atas dugaan kecurangan dalam tender nampaknya menjadi puncak ‘gunung es’ dari masalah tersebut. Pasalnya, dalam tender proyek-proyek milik Dinas PU Lampura tahun 2016 memang banyak ditemukan indikasi persekongkolan.

Berdasarkan penelusuran dan dokumen yang diperoleh Harian Pilar, tender proyek-proyek milik Dinas PU Lampura tahun 2016 memang disinyalir sarat persekongkolan dan diduga kuat diarahkan ke satu perusahaan tertentu sebagai pememang atau yang sering disebut tender kurung.

Itu terlihat dari banyaknya perusahaan yang bisa memenangkan tiga hingga lima paket proyek sekaligus dengan harga penawaran seluruh peserta sangat mendekat Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Bahkan, rata-rata nilai penawaran pemenang tender kurang dari satu persen. Indikasi tender dikondisikan diperkuat oleh peserta tender mayoritas sama, dan parahnya ditemukan adanya nilai penawaran yang sama dari perusahaan yang berbeda di paket yang sama.

Seperti tender proyek peningkatan cakupan sistem penyediaan air bersih/air baku sistem perpipaan/non perpipaan pedesaan Desa Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja senilai Rp400 juta.

Pembangunan Sarana Air Bersih/ Air Baku Sistem Perpipaan / Non Perpipaan Perdesaan Desa Gunung Raja Kecamatan Sungkai Barat senilai Rp2,080 Miliar. Pembangunan Sarana Air Bersih/ Air Baku Sistem Perpipaan/ Non Perpipaan Perdesaan Desa Periangan Kecamatan Tanjung Raja senilai Rp1 Miliar. Peningkatan Jalan Suka Maju – Talang Gabus senilai Rp1,7 Miliar. Pemeliharaan Jalan Sp.Tegajul-Tj.Harapan senilai Rp1,4 Miliar.

Kuat dugaan tender lima paket proyek yang dimenangkan oleh satu perusahaan ini yakni CV. ND Rizki Amiroh dikondisikan. Sebab, nilai penawaran CV ND Rizki Amiroh dan peserta tender lainnya sangat mendekati HPS.

Bahkan, nilai penawaran itu hanya turun kurang dari satu persen dari HPS. Seperti pada tender proyek peningkatan cakupan sistem penyediaan air bersih/air baku sistem perpipaan/non perpipaan pedesaan Desa Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja dengan HPS Rp400 juta dimenangkan oleh CV. ND Rizki Amiroh dengan penawaran Rp399.600.000 atau hanya turun Rp400 ribu (0,1 persen) dari HPS, begitu juga penawaran peserta lainnya juga mendekati HPS bahkan nyaris sama dengan nilai penawaran CV ND Rizki Amiroh yakni CV.Zen Konstruksi dengan penawaran Rp 399.723.000, serta CV. Akbar Kesuma dengan penawaran Rp399.888.000.

Indikasi adanya persekongkolan dalam tender proyek ini semakin diperkuat oleh peserta tender yang mayoritas sama yakni CV.Zen Konstruksi, CV.Akbar Kesuma, CV. Abung Timur Perkasa, CV.Mandiri Utama, Satria Muda Panama, CV. Musaddam, CV. Sanak Tigo Mebbay, CV. Adhia Rana, CV. Cane Andalas, CV. Langeng Karya Sentana, Cv. Guna Usaha.

Begitu juga pada tender proyek Pembangunan Sarana Air Bersih/ Air Baku Sistem Perpipaan / Non Perpipaan Perdesaan Desa Gunung Raja Kecamatan Sungkai Barat dengan HPS 2.080.000.000, dimenangkan oleh CV. ND Rizki Amiroh dengan penawaran Rp2.075.913.000 atau hanya turun Rp4 juta (0,19 persen) dari HPS.

Tender proyek Pembangunan Sarana Air Bersih/ Air Baku Sistem Perpipaan/ Non Perpipaan Perdesaan Desa Periangan Kecamatan Tanjung Raja dengan HPS Rp1 Miliar dimenangkan CV.ND Rizki Amiroh dengan penawaran Rp999.270.000 atau hanya turun Rp730ribu (0,07 persen) dari HPS.

Tender proyek Peningkatan Jalan Suka Maju – Talang Gabus dengan HPS Rp1.781.000.000 dimenangkan CV. ND Rizki Amiroh dengan penawaran Rp1.778.518.000 atau hanya turun Rp2,4 juta (0,14 persen) dari HPS. Tender proyek pemeliharaan jalan Sp.Tegajul-Tj.Harapan dimenangkan oleh CV. ND Rizki Amiroh dengan penawaran Rp1.440.521.000 atau hanya turun Rp2,3 juta (0,16 persen) dari HPS.

Kondisi lebih parah terjadi pada tender proyek Rehabilitasi DI Way Punjung IV Kecamatan Tanjung Raja (Dana DAK Reguler) dengan senilai Rp570 juta. Tender proyek Rehabilitasi DI Way Timba Kecamatan Bukit Kemuning senilai Rp475 juta.

Tender Proyek Pemeliharaan Jalan Sakai Sambayan Bukit Kemuning senilai Rp467 juta. Tender proyek Pemeliharaan Jalan Tulung Buyut – Transos senilai Rp780 juta. Tender empat proyek ini juga dimenangkan oleh satu perusahaan yakni CV.Budi Putra dengan nilai seluruh peserta sangat dekat dengan HPS, seluruh peserta sama, bahkan ditemukan adanya nilai penawaran sama persis dari dua perusahaan berbeda dipaket yang sama.

Seperti pada tender Rehabilitasi DI Way Punjung IV Kecamatan Tanjung Raja (Dana DAK Reguler) dengan HPS Rp 570 juta dimenangkan oleh CV.Budi Putra dengan penawaran Rp568.502.000 atau hanya turun Rp1,4 juta (0,26 persen) dari HPS.

Indikasi tender proyek ini berlumur praktik persekongkolan sangat terlihat dari nilai penawaran dua peserta lainnya yang sama persis yakni penawaran CV.Mitra Abadi dan CV Tunas Sejati yang sama-sama Rp569.241.000.

Peserta tender proyek ini juga mayoritas sama yakni CV.Mitra Abadi, CV. Tunas Sejati, CV.Jaya Ekspres, CV.Dang Seguyu, CV.Titian Abadi, CV.Riski Agung, CV. Way Lunik. Begitu juga tender proyek Rehabilitasi DI Way Timba Kecamatan Bukit Kemuning dengan HPS Rp475 juta dimenangkan oleh CV.Budi Putra dengan penawaran Rp 473.555.000 atau hanya turun Rp1,4 juta (0,3 persen) dari HPS.

Tender proyek Pemeliharaan Jalan Sakai Sambayan Bukit Kemuning dengan HPS Rp467.367.000 diemangkan oleh CV.Budi Putra dengan penawaran Rp465.943.000 atau hanya turun Rp1,4 Juta (0,3 persen) dari HPS.

Tender proyek Pemeliharaan Jalan Tulung Buyut – Transos dengan HPS Rp780 juta dimenangkan oleh CV.Budi Putra dengan penawaran Rp 778.234.000 atau hanya turun Rp1,7 juta (0,22 persen) dari HPS.

Hal serupa juga terjadi pada tender lima paket proyek lainnya yang juga dimenangkan oleh satu rekanan dengan nilai penawaran kurang dari satu persen penurunannya dari HPS. Yakni tender proyek Peningkatan Jaringan Irigasi DI Way Pring Kecamatan Tanjung Raja senilai Rp420 juta. Rehab Rumah Dinas Sekda senilai Rp300 juta. Pembangunan Jalan Sinar Ogan, Kamarmandi – Sri Mulyo senilai Rp958 juta. Pemeliharaan Jalan Kembang Tanjung – Semuli Jaya senilai Rp748. Pemeliharaan Jalan Umbul IX-Pancasila senilai Rp478.

Tender kelima proyek ini secara keseluruhan dimenangkan oleh satu perusahaan yakni CV.Mitra Abadi dengan nilai penawaran yang sangat dekat dengan HPS. Indikasi tender kelima proyek ini dikondisikan juga terlihat dari peserta yang memasukkan penawaran hanya CV.Mitra Abadi yang kemudian menjadi pemenang tender.

Dari lima paket tersebut hanya disatu paket yang terdapat satu peserta lain yang memasukkan penawaran. Seperti pada tender Peningkatan Jaringan Irigasi DI Way Pring Kecamatan Tanjung Raja dengan HPS Rp420.000.000 dimenangkan oleh CV.Mitra Abadi dengan penawaran Rp418.495.000 atau hanya turun Rp1,5 juta (0,35 persen) dari HPS dan hanya CV.Mitra Abadi yang memasukkan penawaran.

Tender Pembangunan Jalan Sinar Ogan, Kamarmandi – Sri Mulyo dengan HPS Rp958.429.000 dimenangkan oleh CV.Mitra Abadi hanya dengan penawaran Rp956.295.000 atau hanya turun Rp2,1 juta (0,22 persen) dari HPS dan hanya CV.Mitra Abadi yang memasukkan penawaran.

Tender Pemeliharaan Jalan Kembang Tanjung – Semuli Jaya dengan HPS Rp748.300.000 dimenangkan oleh CV.Mitra Abadi dengan penawaran Rp739.173.000 atau hanya turun Rp9,1 juta (1,2 persen) dari HPS.

Pemerliharaan Jalan Umbul IX-Pancasila dengan HPS Rp 478.896.000 dimenangkan oleh CV.Mitra Abadi dengan penawaran Rp477.601.000 atau hanya turun Rp1,2 juta (0,2 persen) dari HPS. Kemudian, tender Rehab Rumah Dinas Sekda dengan HPS Rp300.000.000 dimenangkan oleh CV.Mitra Abadi dengan penawaran Rp299.451.000 atau hanya turun Rp1,2 juta (0,2 persen) dari HPS.

Namun, pada tender ini terdapat satu peserta lainnya yang memasukkan penawaran yang juga sangat dekat dengan HPS yakni CV.Budi Putra dengan penawaran Rp408.992.000.

Selain itu, perusahaan bernama Kafina Utama juga ditemukan memenang tender lima paket proyek sekaligus dengan nilai penawaran yang sangat mendekati HPS. Yakni tender proyek Rehabilitasi DI Way Tirta Sinta Kecamatan Kotabumi Utara (Dana DAK Reguler) dengan HPS Rp 750 juta dimenangkan Kafina Utama dengan penawaran Rp 749.238.000 atau hanya turun Rp762 ribu (0,10 persen) dari HPS.

Tender proyek Pembangunan Jembatan Way Kongki Ruas Jalan Labuhan Ratu Kampung – Gedung Ketapang dengan HPS Rp 590.337.000 dimenangkan Kafina Utama dengan penawaran Rp 589.800.000 atau hanya turun Rp537 ribu (0,09 persen) dari HPS.

Tender proyek Pembangunan Jalan Negara Kemakmuran – Pampang Tangguk dengan HPS Rp 833.257.000 dimenangkan oleh Kafina Utama dengan penawaran Rp832.484.000 atau hanya turun Rp773 ribu (0,09 persen) dari HPS.

Tender proyek pemeliharaan jalan Bangun Jaya-Pepang Tangguk dengan HPS Rp931.550.000 dimenangkan oleh Kafina Utama dengan penawaran Rp931.056.000 atau hanya turun Rp494 ribu (0,05 persen) dari HPS. Tender proyek Pemeliharaan Jalan Subik – Klawas dengan HPS Rp 1.551.290.000 dimenangkan oleh Kafina Utama dengan penawaran Rp1.550.352.000 atau hanya turun Rp965 ribu (0,06 persen) dari HPS.

Kuat dugaan tender-tender proyek Dinas PU Lampura 2016 ini sarat praktik persekongkolan dan menyalahi Perpres No 4 tahun 2015 tentang pengadaan barang dan jasa serta Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. (Tim/Mico P)

Komentar