oleh

Pemberlakukan KTP Bagi Anak 0-17 Tahun Masih Wacana

Harianpilar.com, Bandarlampung – Rencana Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, untuk memberlakukan kelahiran anak-anak Indonesia mulai 0-17 tahun bakal memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), dinilai masih dalam tahap rencana dan dimungkinkan akan diberlakukan di tahun 2016. Ketentuan ini, selain sebagai identitas, KTP ini sekaligus bentuk pemenuhan hak anak.

“Mungkin itu rencana dari pemerintah pusat. Namun sekarang belum ada instruksi atau pemberitahuan ke provinsi Lampung, saya saja baru dengar ini,” kata Kepala Biro Tata Pemerintahan Umum Administrasi Pembangunan Provinsi Lampung, Yudy Hermanto, saat ditemui di kantornya, Selasa (13/10/2015).

Dijelaskan Yudi, jika hal itu masih rencana dan mungkin masih dalam rancangan, jika ketentuannya tetap, maka tahun 2016 akan diterapkan aturan tersebut.
“ Karena kita menerapkan harus ada aturan dan dasarnya. Tapi ini hanya KTP biasa sesuai keterangan dan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, ke depan, anak-anak yang baru lahir memiliki akta kelahiran dan KTP.

Pada KTP anak ini akan tertera informasi soal nama, alamat, nama orang tua, nomor kartu penduduk, dan sejumlah identitas diri lainnya. “Bentuk KTP-nya masih biasa, belum KTP elektronik. Nanti setelah usia 18 tahun ke atas, baru wajib perekaman,” katanya.

Kepemilikan KTP untuk anak ini juga sebagai bentuk pemenuhan hak konstitusional sekaligus bisa dimanfaatkan untuk mengurus sejumlah keperluan, seperti pengurusan daftar sekolah, menabung di Bank, dan mendaftar puskesmas. Termasuk, proses identifikasi jenazah anak-anak korban kejahatan.

“Sekarang ini anak masih harus memperlihatkan kartu keluarga untuk mengurus semuanya, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), mengurus ke puskesmas dan sejumlah contoh lain,” jelasnya. (Fitri/JJ).

Komentar