oleh

Kapolda Pimpin Penyelamatan Tiga Satpam SIL

Harianpilar.com, Bandarlampung – Penangkapan salah seorang warga kampung di pinggiran Sungai Waytulangbawang oleh pihakPT Sweet Indo Lampung (SIL) berbuntut panjang. Pasalnya, warga yang tidak terima atas tuduhan pencurian pohon gelam terhadap warga setempat nekat menyandera tiga personil satuan pengamanan (Satpam) PT SIL.

Aksi penyelamatan pun digelar Polda Lampung, upaya pembebasan pun terkesan mencekam saat kepolisian menyisir kampung yang menjadi lokasi penyanderaan tiga satpam yakni, Sunarto (50), sebagai komandan regu, Heri (52) Suprapto dan Heru Hermanto (38).

“Kami akan menindak tegas tindakan penyanderaan ini. Yang disandera warga adalah satuan pengamanan, kalau dibiarkan akan mengancam perusahaan dan warga lainnya,” kata Kapolda Lampung Brigjen Pol Edwarsyah Pernong, yang memimpin langsung pembebasan tiga satpam PT SIL, seperti dilansir Viva.co.id, Rabu (14/10/2015)

Atas aksi ini, sebanyak 40 warga akhirnya diperiksa dan menjadi saksi. Saat ini kepolisian masih terus memburu pelaku utama yang menyandera ketiga satpam tersebut.

Pantauan di lokasi, puluhan warga dari Kampung Bakungudik dengan mengendarai truk, mendatangi pos satpam PT. Sweet Indo Lampung (PT. SIL).
Kapolsek Gedungmeneng AKP Zulfikar mengatakan, penyanderaan yang dilakukan oleh warga tersebut merupakan bentuk ketidakterimaan masyarakat terhadap penahanan polisi terhadap salah satu warga bernama Jamher.

“Masyarakat yang tidak terima, mengamuk langsung melakukan penyanderaan terhadap ketiga satpam PT SIL,” terangnya, seperti dilansir Translampung.com.
Dijelaskannya, polisi melakukan penahanan terhadap Jamher berdasarkan laporan dari PT SIL. Intinya melaporkan jika kayu gelam yang berdiri di atas lokasi HGU PT. SIL telah dicuri warga. Atas laporan tersebutlah, polisi menindaklanutinya dengan melakukan penangkapan terhadap Jamher, beberapa waktu lalu.
Mengetahui adanya warga mengamuk, sambung Zulfikar, pihaknya langsung mendatangi dan mengadakan negosiasi dengan warga. Alhasil, ketiga satpam dilepaskan oleh warga.

Sementara itu, Camat Gedungmeneng, Parjono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penyanderaan tersebut. “Iya benar, sudah dilakukan negosiasi dan mediasi kepada warga setempat,” ungkapnya.
Hasil negosiasi tersebut, masyarakat meminta kepada PT. SIL agar tidak meneruskan pelaporan mereka kepada polisi. Warga meminta Jamher juga dilepaskan oleh polisi.

“Namun, permintaan warga tidak penuhi. Proses hukum ia haruslah diproses, tidak bisa dihentikan,” katanya.
Kapolda Lampung Brigjend. Edwar Syah Pernong bersama Karoops Polda Lampung Kombespol Nelson Panjaitan juga turut ikut ke lokasi.
Kapolda Lampung Brigjend Edwar Syah Pernong memerintahkan kepada Polres Tuba menindak tegas kepada pelaku pencurian kayu gelam konservasi di atas HGU PT SIL. “Proses hukum harus dilanjutkan, karena jelas sudah melakukan atau perusakan ekosistem lahan kayu di atas konservasi HGU PT. SIL,” tegasnya
Mengenai, penyanderaan terhadap ketiga satpam tersebut. Tim Polda Lampung bersama Polres Tuba akan melakukan pemeriksaan terhadap ke 40 warga yang diduga melakukan penyanderaan itu. “Kami masih melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap ke 40 warga itu,” kata dia. (Juanda)

Komentar