oleh

Dua Pemburu Satwa Dilindungi Ditangkap

Harianpilar.com, Tanggamus – Setelah menjadi buronan Polres Tanggamus sejak Februari 2015, akhirnya Da (46) dan SH (55) warga Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) yang diduga terlibat perburuan satwa dilindungi yakni Beruang dan Macan berhasil ditangkap, Jumat (9/10/2015) lalu. Satu rekan lainnya, Tanwir (37) sebelumnya sudah ditangkap.

Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, melalui Kasat Reskrim AKP Samsuri menyebutkan, DA dan SH diciduk tanpa perlawanan di rumahnya masing-masing, sekitar pukul 23.30 Wib.
Keberadaan kedua tersangka berhasil diketahui, setelah Polres Tanggamus berkoordinasi dengan Polres Lampung Barat. Sebab, dari informasi yang dikantongi petugas, para tersangka warga Kabupaten Pesibar.

“Selama ini, mungkin keduanya merasa sudah aman. Namun setelah dipastikan oleh anggota saya di lapangan pascakoordinasi dengan Polres Lambar, lalu kami lakukan eksekusi penangkapan. Da kami amankan saat berada di rumahnya di Pekon Serai. Lalu berlanjut ke Sh di Pekon Kampungjawa. Sementara ini dari hasil pemeriksaan kami, keduanya mengaku menerima kulit beruang, kulit macan (harimau) akar, kulit macan kumbang serta tulang-belulangnya dari Tanwir yang sudah lebih dulu diproses,” terang Samsuri, Rabu (14/10/2015).

DA dan SH terancam mendekam di balik jeruji besi, lantaran perbuatannya merupakan bentuk tindak pidana memperniagakan, menyimpan, atau memiliki tubuh atau bagian lain satwa dilindungi, sebagaimana diatur dalam pasal 21 ayat 2 huruf D UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

“Keduanya terancam dikenai hukuman 7 tahun penjara. Saat ini, perkara ini masih terus kami kembangkan untuk membongkar jaringan pemburu satwa langka yang sudah jelas dilindungi ini. Sampai sejauh ini, keduanya belum mengakui, siapakah pemesan atau calon pembeli yang akan menampung organ tubuh satwa-satwa langka itu,” sebut Kasat Reskrim.

Diberitakan sebelumnya, Tanwir (37) warga Krui, Pesisir Barat, dibekuk jajaran Polsek Semaka yang berkoordinasi dengan Kepolisian Kehutanan (Polhut) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Tanggamus. Dia terpaksa berurusan dengan hukum, lantaran diduga menjual kulit satwa langka yang dilindungi negara.

Kasat Reskrim AKP Samsuri membenarkan penangkapan yang dilakukan jajaran Polsek Semaka. Bahkan, berkas dari polsek, juga sudah dilimpahkan ke Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter). Keberhasilan penangkapan Tanwir, berkat strategi Kapolsek Semaka AKP Fery Anda beserta anggota untuk menyusun skenario penggerebekan. (Imron/Tanggamus).

Komentar