oleh

Segera..Tangkap Doddy Mance

Harianpilar.com, Pesawaran – R Doddy Anugerah Putra, terdakwa kasus perkara korupsi pengadaan Kendaraan Dinas (Randis) Bupati Pesawaran Aries Sandi DP senilai Rp1,15 miliar, yang divonis 4 tahun penjara berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) sejak 3 Desember 2014 ini, terlihat masih bebas bekeliaran.

Meski demikian Kejaksan Tinggi Lampung memastikan akan melakukan esksekusi, setelah menerima salinan putusan MA tersebut.

Kasipenkum Kejati Lampung Yadi Rachmat mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan penangkapan dan masih menunggu salinan putusan MA tersebut.

“Ya Kejari Kalianda kan sudah dua kali mempertanyakan salinan putusan MA tersebut melalui surat, tapi hingga kini belum diterima. Ya kita tunggulah salinannya,” tegas Yadi, saat dikonfirmasi, via telepon, Selasa (29/9/2015).

Terkait perkara yang sudah diputus MA pada 3 Desember 2014 itu, Yadi juga menegaskan jika putusan itu ada di Website MA, tapi itu bentuknya bukan salinan.

“Putusan itu ada di website, kita belum terima putusannya,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Yadi juga memastikan Kejaksaan Negeri Kalianda hingga masih melakukan pemantauan aktiftas Doddy.

“Kami sudah turunkan tim intelijen untuk selalu memantau yang bersangkutan (Doddy) agar tidak melarikan diri,” ujar Yadi, belum lama ini.

Terpisah, ketika hendak dikonfirmasi, Doddy yang kini masih menjabat sebagai Kepala Perijinan Pemkab Pesawaran, tidak  bisa ditemui di ruang kerjannya. Meski diketahui masuk kerja namun Doddy terkesan menghindari awak media.

“Tadi ada kok masuk kerja, tapi baru saja keluar,” kata salah seorang staf, di kantor Perijinan Pemkab Pesarawan, Senin (28/9/2015) lalu.

Diberitakan sebelumnya, desakan penangkapan terdakwa R Doddy Anugerah Putera, yang telah divonis 4 tahun penjara berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) terus mengalir. Terlebih, anak kandung mantan Bupati Tulangbawang Abdurrahman Sarbini (Mance) itu, hingga kini masih melenggang bebas.

Putusan MA yang mengabulkan  permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi yakni Jaksa Penuntut Umum Kejari Kalianda itu, sekaligus membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri TanjungKarang di Bandar Lampung dengan nomor:25/Pid.TPK/2013/ PN.Tk. tertanggal 25 Juli 2013, terkait kasus Korupsi Pengadaan Mobil Dinas Bupati Pesawaran Aries Sandi DP, dengan rugian Negara sebesar Rp127,3 juta.

Koordinator Komisi Yudisial (KY) Lampung, Alian Setiadi saat dihubungi via telepon, Minggu (27/9/2015) mengatakan, Kejaksaan harus segera menjalankan perintah dan putusan MA tersebut, dengan segera melakukan penahanan terhadap Doddy.

Jika tidak segera ditahan, tegas Alian, dikhawatirkan Doddy melarikan diri.

“Segera dilakukan penahanan, jika tidak Kejaksaan bisa kecolongan,” tegas Alian.

Untuk diketahui, putusan MA itu disebutkan bahwa, Doddy Anugerah Putra Bin Abdurachman Sarbini telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah Rp127.311.364. Dengan rincian, Nilai Kontrak – (PPh + PPN) – Harga Mobil = Kerugian Negara: Rp1.130.500.000,00 – (Rp102.772.727,00 + Rp15.415.909,00) – Rp885.000.000,00 = Rp127.311.364,00 (seratus dua puluh tujuh juta tiga ratus sebelas ribu tiga ratus enam puluh empat rupiah); Selain diwajibkan mengembalikan uang kerugian negara, putusan itu juga memerintahkan terdakwa untuk segera ditahan.

Sebelumnya, dalam salinan putusan kasasi MA yang diunggah di Direktori Putusan pada 18 Agustus 2015, Ketua Majelis Hakim Artidjo Alkostar dengan hakim anggota M.S. Lumme dan M. Askin menyatakan Doddy bersalah dalam perkara yang telah merugikan negara Rp127,3 juta.

Kasasi perkara ini sudah diputus sejak 3 Desember 2014. MA memvonis Doddy selama empat tahun penjara. ’’Mengadili sendiri. Menyatakan terdakwa Doddy Anugerah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata majelis hakim dalam amar putusan perkara dengan nomor register 2319 K/PID.SUS/2013 itu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yani Mayasari pada sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (25/4/2013), menyatakan Doddy yang saat itu menjabat Kasubag Belanja Bagian Keuangan Kabupaten Pesawaran terbukti memperkaya diri Rp127 juta atas pengadaan randis tersebut. Selain itu, Doddy juga dituntut membayar denda Rp75 juta subsider empat bulan dan uang pengganti Rp127 juta.

“Jika dalam satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, uang pengganti tidak dibayar, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi kerugian negara,” ujar JPU Yani.

Putusan Mahkamah Agung nomor 2319K/Pid.Sus/2013 1 Menyatakan Terdakwa: R. Doddy Anugerah Putra Bin Abdurachman Sarbini tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan “Tindak pidana korupsi secara bersamasama”;

2 Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada Terdakwa: R. Doddy Anugerah Putra Bin Abdurachman Sarbini tersebut dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan pidana denda sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan,

3 Menghukum pula kepada Terdakwa tersebut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp127.311.364,00 (seratus dua puluh tujuh juta tiga ratus sebelas ribu tiga ratus enam puluh empat rupiah) dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana penjara selama 1 (satu) tahun.

4 menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan tersebut.

5 memerintahkan supaya terdakwa ditahan. (Juanda)

Komentar