oleh

‘Periksa’ Tauhidi

Harianpilar.com, Bandarlampung¬†–¬†Sikap Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Lampung Tauhidi yang menyebut nama-nama oknum yang diduga terlibat dalam masalah rekening gendut patut diapresiasi. Satgas Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) didesak untuk memeriksa Tauhidi agar informasi yang disampaikannya itu masuk dalam berkas perkara tersebut.

Selain itu, Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) itu juga perlu di periksa untuk mengurai dugaan adanya oknum pejabat Disdik yang merangkap kontraktor. Mengingat Tauhidi pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dalam waktu cukup lama.

“Kita mengapresiasi sikap terbuka pak Tauhidi yang menyampaikan informasi yang diterimanya terkait oknum-oknum yang diduga terlibat dalam masalah rekening gendut itu. Tapi Kejaksaan yang mengusut masalah ini harus komprehensif, sehingga siapapun yang terlibat bisa dijerat. Periksa pak Tauhidi agar informasi yang disampaikannya itu masuk dalam berkas perkara,” ujar Tim Kerja institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat dihubungi, Selasa (29/9/2015).

Menurutnya, informasi yang disampaikan Tauhidi itu sangat berguna bagi penegak hukum untuk mengusut tuntas masalah rekening gendut oknum honorer Disdik Lampung itu. Sebab, terdapat beberapa point penting yang berkaitan dengan masalah rekening gendut itu yang dimana dananya diduga dari proyek yang dikerjakan sendiri oleh oknum pejabat Disdik.

“Pertama soal siapa saja yang berada di balik rekening gendut itu. Kemudian, soal dugaan adanya oknum di Disdik yang merangkap kontraktor. Kemudian, dari kapan rekening gendut itu ada. Itu point penting, bisa dijadikan pintu masuk untuk mengurai masalah itu secara menyeluruh,” tandasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi apakah dirinya menerima dana dari proyek-proyek itu dan apakah dirinya memiliki rekening gendut juga, Tauhidi membantahnya. Menurut Tauhidi, sebagai PNS dirinya tidak memiliki rekening gendut.

Diberitakan sebelumnya, dalang di balik rekening gendut yang dimiliki oleh oknum pegawai honorer Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Lampung yang kini diusut Satgas Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) semakin terang.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Lampung Tauhidi menyebut nama dua mantan pejabat Disdik yang diduga menjadi otak dibalik rekening tersebut. Penjabat (Pj) Bupati Lampung Timur (Lamtim) itu mengaku mendapat informasi bahwa yang memerintahkan menampung dana di rekening oknum honorer itu adalah mantan pejabat perencanaan Disdik Lampung yakni Edward dan Lasena.

“Ya dari informasi yang saya dapat dari mereka yang diperiksa, yang memerintahkan soal rekening itu Edward dan Lasena yang dulu pejabat di perencanaan,” ujar Tauhidi.

Menurut Tauhidi, dua mantan pejabat Disdik itu juga yang diduga merangkap sebagai kontraktor dengan mengerjakan proyek-proyek Disdik. Kemudian dana dari proyek-proyek itu ditampung di rekening oknum honorer itu.

Tauhidi mengaku tidak mengetahui secara keseluruhan siapa saja yang pernah diperiksa kejaksaan terkait masalah tersebut. Namun, beberapa orang yang pernah diperiksa ada yang melapor dan cerita padanya. “Kalau seluruhnya saya tidak tau, tapi ada beberapa yang cerita ke saya, itu yang saya tau,” ungkapnya.

Disinggung siapa saja yang telah diperiksa dan melapor itu, Tauhidi menyebut beberapa nama, salah satunya adalah Mantan Sekretaris Disdik Lampung Meidasuri yang juga berperan sebagai panitia pemeriksa barang.

Namun, keterangan Tauhidi ini langsung dibantah oleh Meidasuri. “Saya tidak pernah diperiksa kejaksaan, saya juga tidak pernah komunikasi dengan pak Tauhidi,” tegas Meidasuri saat dihubungi Harian Pilar.

Bahkan, Meidasuri juga mengaku tidak pernah mengetahui masalah rekening gendut tersebut.”Saya ini sudah setahun setengah tidak beraktifitas di Disdik lagi. Saya sekarang di BPBD, tapi saya masih sering dipakai orang pusat,” ungkapnya.

Sementara, mantan pejabat bagian perencanaan Disdik Lampung Edward dan Lasena hingga berita ini diturunkan belum berhasil di konfirmasi. Beberapa orang yang ditemui di Disdik Lampung tidak mengetahui keduanya saat ini berdinas dimana.

Informasi terakhir yang diterima Harian Pilar, Edward pindah ke Disnaker Lampung. Namun, saat ditangani di dinas tersebut, ternyata tidak ada pejabatnya yang bernama Edward. (Juanda)

Komentar