oleh

Warga Teluk Pandan Minta Camat “Arogan” Dicopot

Harianpilar.com, Pesawaran – Dianggap tidak mampu memimpin dan berulah arogan, Camat Telukpandan didesak untuk mundur dari jabatannya. Warga juga minta Pj Bupati Pesawaran mencopot Firdaus SH dari jabatannya. Aksi tuntutan itu dilakukan oleh puluhan warga perwakilan 10 Desa, yang berunjuk rasa di halaman kantor DPRD Pesawaran, Senin (28/9/2015).

Warga meminta Pj Bupati Pesawaran segera menindak lanjuti aspirasi warga berdasarkan hasil musyawarah tokoh masyarakat, agama dan pemuda Kecamatan Telukpandan pada Senin 21 Septembet 2015 lalu di Aula Desa Hanura yang dihadiri 238 orang perwakilan dari 10 desa. “Kami menolak keberadaan bapak Firdaus, SH sebagai camat Teluk Pandan dengan berbagai macam alasan kongkrit. Karena camat yang seharusnya menjadi perpanjangan tangan bupati, dianggap tidak dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang camat dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat Telukpandan, sehingga tidak sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat,” kata Kordinator warga, Yogi Prino, di aula Pemda Pesawaran, Senin (28/9/2015).

Selain itu, kata Yogi, dalam kepemimpinan Firdaus, juga tidak berjalannya komunikasi yang baik antara camat dengan masyarakat. Bahkan kerap bertindak arogan yakni memaki dengan kata-kata yang kotor serta tidak senonoh kepada beberapa pejabat kepala desa. “Salah satunya kades Hanura.  Camat semena-menana memanggil kepala desa dengan sebutan kampang, anjing. Kami tidak terima,” teriak Yogi, disambut rius warga lainnya.

Penolakkan terhadap Firdaus juga datang dari ormas keluarga besar ABRI/POLRI, yang selama ini Gedung Keluarga Besar (GKB) digunakan untuk kepentingan kantor kecamatan. “Proses penggunaan gedung itu tidak tranparasi sehingga menimbulkan polemik ditengah-tengah masyarakat Desa Hanura mengenai status pemakaian daripada gedung itu,” katanya.

Penyimbangan Bedah Rumah

Bahkan yang lebih parahnya lagi, disinyalir adanya penyimpangan dalam program untuk masyarakat desa Sukajaya Lempasing yakni program bedah rumah yang mana kadesnya adalah isteri Firdaus (Camat,Red), kemudian status Kades Sukajaya Lempasing masih aktif sebagai guru di SMA 1 PD.Cermin (PNS). “Realiasi program PPID senilai 200juta, terealisiai dilapangan hanya 100Juta,” paparnya.

Perwakilan massa yang diterima oleh Sekda Pesawaran, Kabag Hukum, Kesbangpol, BPMPD dan para asissten, Mereka minta waktu sepekan untuk mempelajari sebelum akhirnya akan ditindaklanjuti. “Kami minta waktu 1 minggu untuk mencerna dan mempelajarai ini. Bupati juga baru akan pulang nanti hari Rabu, karena masih di Jakarta. Tidak bisa kalau langsung main copot, kita harus sesuai dengan undang-undang Apartur Sipil Negara (ASN) untuk mengambil langkah berikutnyan,” tutur Sekda Pesawaran Hendarma.

Terpisah, Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir, S, I, Kom yang didampingi oleh Wakil Ketua I Rifanzi, Ketua Komisi I Susi Gustina dan Jhoni Corne saat menerima perwakilan masa mengatakan, pihaknya akan segera mengkoordinasikan dahulu ke Pemda. “Jangan melakukan hal-hal yang dapat merugikan kita semua. Kita akan bicarakan dengan Pemda agar hal ini tidak menjadi polemik. Apalagi kita mau Pilkada,” kata M Nasir

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Pesawaran Jhoni Corne bahwa sebenarnya pemerintah daerah bukanya tidak punya uang untuk membangun kantor. Pihaknya akan koordinasikan dengan Pemda agar untuk kecamatan yang baru ada anggaranya. “Paling tidak untuk biaya sewa. Jangan sampai aparat desa keluar dari kantornya lalu mengganti dengan kecamatan,” kata politisi partai golkar tersebut. (Fahmi/joe)

Komentar