oleh

Pelanggan Keluahkan PDAM Way Agung

Harianpilar.com, Tanggamus – Pelanggan Perusahaan daerah air minum (PDAM) Way Agung Tanggamus mengeluhkan kondisi aliran air kerumah mereka yang sangat minim. Sementara pihak PDAM mengaku hal itu terjadi akibat devisit air, dan pihaknya memanfaatkan rembesan mata air tanah, sebagai langkah memenuhi kebutuhan air konsumennya.

Kepala PDAM Way Agung Junasri mengatakan dengan memanfaatkan rembesen mata air yang di tampung dalam sebuah bak penampung dan kemudian di salurkan kepada konsumen PDAM Way Agung. Adalah salah satu cara memenuhi kebutuhan air perharinya di musim kemarau. “Kebutuhan air perharinya, jika kita hitung secara global. Itu bisa mencapai sekitar 10 ribu meter kubik air. Sementara di musim kemarau ini, hanya bisa mengcover 7 ribu meter kubik air saja. Karena kan sempat mengalami pengurangan debit air 35 persen. Tapi kalau sekarang sudah berkurang, hanya 30 persen saja pengurangannya,” ujar Junasri, Senin (28/9/2015).

Ia juga mengakui bahwa memang air merupakan kebutuhan yang paling vital dalam hidup. Dan kemarau panjang terjadi mengakibatkan sumber air mengalami pengurangan, yang berakibat pada pendistribusian air ke konsumen hanya bisa 2-4 jam perharinya. Maka dari itu, langkah antisipasinya akan di lakukan pemanfaatan rembesan mata air. “Tapi kalau saya melihat cuaca yang sudah mulai hujan di daerah Kota Agung dan sekitarnya. Masalah air akan bisa teratasi. Yang pasti sabar aja para konsumen, kita terus upayakan yang terbaik untuk konsumen,” katanya.

Sementara itu, beberapa konsumen PDAM Way Agung Tanggamus mengeluhkan kecilnya aliran air yang di terima. Dan meminta kepada pihak yang bersangkutan untuk segera melakukan perbaikan agar kebutuhan air dapat terpenuhi dan kembali normal seperti biasanya. “Dah dari bulan puasa lalu sih air kecil. Cuma kadang besar aliran airnya. Tapi ya itu tadi, hanya beberap jam saja, selebihnya kecil bahkan mati. Susah lah pokoknya,” ujar Roni, warga Kelurahan Baros, Kota Agung. (imron/joe)

Komentar