oleh

Miliki Sumur Bor, Sawah Masih Bisa Panen

Harianpilar.com, Pringsewu – Hasil Panen pada musim gadu saat ini menurun drastis pasalnya hanya petani yang mampu menyedot  air dari sumber air yang ada disekitarnya atau mereka yang memiliki sumur bor yang bisa panen itupun tidak maksimal.

Purnomo, petani Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Senin (28/9/2015) mengaku bahwa dirinya bisa panen karena memiliki sumur bor di areal pesawahan dan memiliki mesin penyedot air sehingga arealnya seluas 1 hektar bisa mendapatkan pasokan air.  “Kebetutulan saya memiliki sumur bor di areal pesawahan, sehingga untuk kebutuhan air bisa dilakukan dengan cara menyedot dari sumur bor itu, dan alhamdulillah bisa panen walaupun tidak maksimal biasanya dapat 8 ton sekarang hasilnya perhektar hanya 4 ton,” ujar purnomo  dikediamannya.

Berbeda dengan Sidik yang memiliki sawah seluas 1/2 hektar masih warga wates dirinya tidak panen sama sekali karena kemarau yang berkepanjangan dan tidak ada sumber disekitar areal pesawahannya. “Saya tidak panen, sejak menanam sampai sekarang kemarau pernah menyedot  satu kali lalu mau nyedot lagi  lagi  sumber airnya terlanjur kering ya sudah pasrah saja dan akhirnya tidak panen sama sekali alias puso,” kata Sidik, yang mengaku merugi sekitar Rp 1,5 jutaan, untuk modal tanam.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) pertanian kecamatan Gadingrejo Sujani saat dihubungi melalui ponselnya, Senin (28/9) mengatakan bahwa pihak membenarkan kalau petani diwilayahnya banyak yang gagal panen alias poso terutama bagi petani yang tidak memiliki sumber air untuk mengairi sawahnya. “Yang tidak panen itu terutama bagi mereka yang memiliki sawah yang tidak memiliki sumber air atau jauh dari sumber air sehingga mereka harus gagal panen atau puso,” pungkasnya. (Sahirun/joe)

Komentar