oleh

Olahraga Lampung Hingga Kini Masih Terpuruk

Harianpilar.com, Bandarlampung – Prestasi olahraga di Lampung hingga kini masih terpuruk, sejumlah pihak menilai kondisi ini lantaran tidak adanya anggaran. Terlebih, minimnya kepercayaan pihak swasta untuk menjadi bapak angkat di setiap cabang olahraga.

“Karena tidak ada bantuan pihak swasta sehingga kita kurang mendapatkan anggaran, dengan terpilihnya gubernur menjadi ketua diharapkan bisa menarih pihak swasta menjadi penyumbang dana,” kata Wakil Ketua Umum IV KONI Provinsi Lampung, Abdullah Fadri Auli (Aab), saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/8/2015).

Aab juga berharap, dengan terpilihnya Gubernur Lampung M Ridho Ficardo sebagai ketua KONI Lampung bisa mencarikan solusi semua persoalaan dunia olahraga Lampung.

“Diharapkan dengan terpilih Pak Ridho menjadi ketua bisa membantu semua permasalahan termasuk anggaran, sehingga hasil dari kesepakatan seluruh cabang olah raga setuju menunjuk gubernur menjadi ketua umum. Kita lihat nanti apakah konsep yang telah dibuat pak gub benar-benar berjalan atau tidak,” harapnya.

Lebih lanjut anggota Komisi V DPRD itu menjelaskan, gubernur bisa menggerakkan elemen masyarakat, dari segi anggaran juga dapat melibatkan pihak swasta untuk bersama-sama membangun olahraga di Provinsi Lampung.

“Jika ketua KONI dijabat gubernur, dapat memudahkan dalam mencari anggaran untuk pembinaan setiap cabang olahraga,” tegasnya.

Ditambahkan Aab, dalam waktu dekat pemerintah pusat akan memberikan anggaran sebesar Rp 250 miliar untuk membuka sport center.

“Mudah-mudahan ini terlaksana, sehingga Lampung bisa memiliki tempat olah raga yang dilengkapi fasilitas olahraga yang lengkap, dengan begitu Lampung bisa kembali melahirkan atlet-atlet baru, selain itu kita harap juga para atlet bisa diberi jaminan materi yang cukup seperti mereka diberikan pekerjaan yang sesuai dengan prestasi yang mereka pilih,” ujarnya.

Ketua KONI Lampung M Ridho Ficardo menegaskan jika dirinya memastikan tidak akan melakukan pola beli atlet hanya untuk sekdar menambah piala.

“Saya tidak suka membeli atlet dari daerah lain hanya untuk sekedar menambah piala. Kecuali untuk cabang olahraga terjun payung, saya sudah koordinasi dengan Danlanud untuk menarik penerjun asal Lampung yang ada di luar untuk ditarik ke Lampung,” tegas Ridho, saat memberi sambutan di acara Pelantikan Pengurus KONI Provinsi Lampung masa bakti 2015-2019.

Acara pelantikan dilangsungkan Selasa (25/8/2015), di Balai Keratun lantai III Kantor Gubernur, dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Bidang Kesra, Kadis Pemuda dan Olahraga, serta para undangan.

Gubernur mengatakan bahwa, prestasi olahraga di Sai Bumi Ruwa Jurai tengah berada pada kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Betapa tidak, provinsi yang pernah gilang-gemilang di kancah olahraga nasional ini mengalami penurunan prestasi secara signifikan dalam rentang waktu satu dekade terakhir.

“Hal itu jelas terlihat jika kita melongok pencapaian para atlet Lampung pada event Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 hingga 2012. Padahal, dalam empat kali penyelenggaraan PON era 1989 hingga 2000, bumi Tanah Lado merupakan sang fenomenal di ranah olahraga nasional,” ujarnya. (Fitri/Juanda)

Komentar