oleh

Pemprov Dorong Pelestarian Aksara Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung¬†–¬†Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan terus berupaya untuk menjaga dan melestarikan aksara Lampung. Dalam waktu dekat ini Pemprov akan melakukan sosialisasi dengan seluruh 14 kabupaten/kota untuk kembali membangkitkan aksara Lampung yang saat ini mulai tersisihkan.

Asisten Bidang Kesra Provinsi Lampung Elly Muchtar mengatakan, pemprov akan kembali membangkitkan aksara Lampung.

” Dalam waktu dekat ini kita akan sosialisasi dengan melibatkan 14 kabupaten/kota dan para guru,” jelasnya di Balai keratun, Senin (6/7/2015).

Eliya juga membantah jika Pemprov dituduh tidak peduli terhadap budaya dan kesenian Lampung.

“Tidak mungkin kita melupakan atau menghapus aksara Lampung, itu salah satu kesenian kita, selain itu juga sudah ada Pergubnya, malah saat ini kami sedang berusaha untuk menghidupkan kembali dan berupaya agar aksara Lampung terus bisa digunakan, seperti saat ini untuk nama jalan, nama tempat lokasi akan kita masukkan jadi ada tulisan aksara Lampung dan bahasa Indonesianya,” katanya.

Lebih lanjut Elly menjelaskan, dengan dibentuknya Dewan Kesenian Lampung (DKL) akan kembali menghidupkan semua kesenian Lampung yang saat ini mulai tersisih.

“Diharapkan dengan terbentuknya DKL kita bisa kembali menghidupkan kesenian Lampung, sedangkan untuk tradisi tahunan belangiran nanti akan kita cari penggantinya ini masih dalam pengkajian kita,” terangnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan, Hery Suliyanto menjelaskan, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Universitas Lampung (Unila) untuk membuka jurusan Aksara Lampung.

“Namun sangat disayangkan peminatnya masih cenderung kurang dan minim, saya harap kedepan, ini bisa bertambah dan kita terus melakukan upaya sosialisasi,” jelasnya.

Saat sekarang ini kendalanya, kata Hery, masalah guru Aksara Lampung. “Saya kira banyak guru atau sejarahwan Lampung yang memiliki keahlian itu, hanya saja mereka belum tercium oleh pemerintah,” katanya.

Sejak otonomi daerah tidak  pernah memberikan kesempatan pada guru yang ada diwilayah masing-masing.

“Seharusnya para Bupati, Walikota untuk memberikan kesempatan pada mereka guru yang ada dikabupaten, seperti Bandarlampung sekarang sudah membutuhkan 1.000 guru,” terangnya.

Lebih lanjut mantan Kadis Tenaga kerja dan trasmigrasi provinsi Lampung itu mengatakan, ini juga terhambat pada dana yang ada, sebab gubernur sedang memfokuskan pada Infrastruktur. Diharapkan setelah Infrastruktur terlaksana dana pendidikan bisa ditambah, seperti dana untuk guru honor yang sat ini sudah mencapai Rp180 miliar. (Fitri/JJ)

Komentar