oleh

Menjelang Lima Tahun Kepemimpinan Rycko-Eki (Bagian II): Pupuk Sulit, Pelayaan Kesehatan Lemah

Harianpilar.com, Lampung Selatan¬†–¬†Selama Lampung Selatan dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Rycko Menoza SZP dan Eky Setyanto diakui banyak pembangunan. Namun, pembangunan itu manfaatnya belum terlalu dirasakan masyarakat. Bahkan, kalangan petani hingga kini masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Selama lima tahun ini, banyak pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya dijalankan dengan baik. Sehingga manfaatnya belum benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Seperti pembangunan jalan poros hingga saat ini belum seluruhnya teralisasikan, disektor kesehatan walaupun telah di bangun Puskesmas Rawat inap di setiap kecamatan, tetapi mubazir karena tidak adanya dokter jaga di puskesmas.

Disektor pertanian, kondisinya masih banyak petani yang kekurangan pupuk bersubsidi, bahkan dinilai tidak ada terobosan pemerintah untuk mendorong kemajuan sektor pertanian.

“Program jalan poros tersebut dari awal menjabat memang salah satu program Rycko-Eky, tetapi sungguh ironis hingga kini masih banyak jalan-jalan yang belum diperbaiki, contoh dari arah Coca-cola sampai dengan Kecamatan Tanjung Bintang jalannya masih hancur, mungkin sudah ada yang diperbaiki tetapi kwalitasnya masih perlu dipertanyakan lagi,” tegas Tokoh Pemuda Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan, Sigit, yang juga mantan relawan Rycko-Eky pada Pilkada 2010 yang lalu, Senin (6/7/2015).

Sigit menjelaskan, selama Rycko-Eky memimpin Lamsel masih banyak petani menggeluhkan tentang sulitnya mendapatkan pupuk besubsidi. Begitu juga masalah disektor kesehatan, meski banyak puskesmas di bangun, ternyata tidak sepenuhnya bisa membantu masyarakat akibat tidak adanya dokter jaga.

“Saya pernah bersama kawan saya berobat di Puskemas rawat Inap Tanjung Bintang pada malam hari, tetapi sangat mengecewakan dokter jaga puskesmas rawat inap tersebut tidak ada, jadi saya harus pulang lagi. Yang lebih ironisnya kendara dinas seperti mobil ambulance itu sering kami liat dipergunakan oleh oknum puskesmas untuk keperluan pribadi,” ungkapnya.

Terpisah salah satu tokoh masyarakat Lamsel, Sulaiman Alfakadis, mengatakan, dirinya menyambut baik adanya rencana melanjutkan program-program pemerintah oleh Rycko-Eky. Menurutnya, lebih baik melanjutkan yang sudah ada dari pada membuat yang baru.

Sulaiman menilai, selama Rycko-Eki memimpin Lamsel banyak program-program yang sukses dijalan pemerintah. “Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lampung Selatan meningkat, bantuan-bantuan dari pusat juga terus bergulir. Semua itu salah satu keberhasilan seorang pemimpin, yang mana mampu membuat terobosan yang sangat berarti,” ungkap Sulaiman.

Keberhasilan-keberhasilan yang di buat Rycko-Eki,lanjutnya, menjadi alasan kuat untuk dilanjutkan kedepannya.”Lebih baik melanjutkan pembangunan yang sudah ada dari pada membuat bangunan yang baru, dari segi dana bisa di tekan sekecil mungkin, program-program yang sudah ada juga lebih baik dilanjutkan,” tandasnya.

Salah satu perubahan yang sangat berarti yaitu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kalianda Bawah Bom.Kini dilokasi tersebut banyak kemajuan seperti adanya pasar ikan, lapak dagang, bahkan sedang dibangun SPBN yang dikhususkan untuk para nelayan.

Sulaiman menganggap wajar jika terjadi pro dan kontra terhadap Kepemimpinan Rycko-Eki. Namun, yang terpenting pemimpin Lamsel memang berbuat untuk rakyat. (Saiful/Juanda)

Komentar