oleh

PLTP Ulubelu Siap Pasok 23 Persen Listrik Lampung

Harianpilar.com, Tanggamus – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) lakukan groundbreaking ( peletakan batu pertama) proyek pembangunan unit III dan IV Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu, Minggu (5/7/2015).

Groundbreaking yang dilakukan melalui teleconference oleh Presiden dari Garut, Provinsi Jawa  Barat itu sekaligus peresmian PLTP Kamojang V Garut.

Dalam kegiatan Groundbreaking ini dihadiri pula oleh Bupati Tanggamus Hi.Bambang Kurniawan,S.T, Wakil Bupati Tanggamus H. Samsul Hadi,M.Pd.I., General Manager (GM) PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) area Ulubelu, Dirgo Rahayu, Dandim 0424 Tanggamus Letkol.(Inf).

Kristomei Sianturi , Kapolres Tanggamus AKBP Dedi Supriyadi, Ketua Pengadilan Negeri Kotaagung  Srutopo Mulyono, Assisten Bidang Ekobang Andi Wijaya dan para kepala SKPD terkait.

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan bahwa Indonesia kaya akan potensi panas bumi (geothermal energy), sayangnya, lanjut Jokowi, besarnya cadangan panas bumi di Indonesia tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebab, sampai hari ini Indonesia masih saja bergantung dengan sumber energi dari fosil (Batu bara).

“28 ribu Megawatt (MW)  potensi geothermal kita diseluruh indonesia. Geothermal ini sangat ramah lingkungan tetapi kita tidak pernah fokus ke geothermal juga ke lain seperti angin, ombak, matahari, biomasa, sehingga secara khusus pada hari ini, saya perintahkan kepada Menko, Menteri ESDM, BUMN agar ke depan pembangkit listrik ramah lingkungan untuk lebih diberikan prioritas, karena kita memiliki kekuatan dan potensi,” tegasnya.

Bupati Tanggamus yang berkesempatan berdialog dengan presiden Jokowi dan Dirut PT. Pertamina Dwi Soetjipto, mengungkapkan jika di provinsi Lampung khususnya Kabupaten Tanggamus mengalami defisit listrik, sehingga hampir setiap hari terjadi pemadaman listrik.” Kami masyarakat Tanggamus mengharapkan proyek ini cepat selesai, sebab Lampung khususnya Tanggamus ini kekurangan listrik, kita harapkan proyek ini cepat selesai sehingga krisis listrik dapat segera tertanggulangi,” kata Bambang.

Sementara itu GM PGE Ulubelu Dirgo Rahayu mengatakan, satu pembangkit menghasilkan 55 MW, sehingga jika dua pembangkit tersebut beroperasi maka memiliki kontribusi sebesar 23 persen untuk listrik Lampung.” Untuk unit III ditargetkan selesai Agustus 2016 dan unit IV  Juni 2017, mudah-mudahan bisa lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya. (Imron/JJ)

Komentar