oleh

Program Bina Lingkungan (Biling) Picu Meningkatnya Angka Kemiskinan

Harianpilar.com, Bandarlampung¬†–¬†Selain melanggar Perda, Bina Lingkungan (Biling) yang merupakan program unggulan Walikota Bandarlampung Herman HN ternyata turut andil dalam menciptakan masalah baru. Mulai dari maraknya pemalsuan status ekonomi, hingga meningkatnya angka kemiskinan.

Anggota DPRD Kota Bandarlampung Hambali Sanusi menegaskan justru jumlah masyarakat miskin di Kota Bandarlampung sejak adanya program pendidikan Bina Lingkungan  (Biling) tiap tahunnya semakin meningkat.

“Ya kenyataannya seperti itu, apalagi saat ini kuotanya sampai 70 persen, apa tidak semakin bertambah masyarakat miskin di kota ini,” tukas Hambali, Senin (22/6/2015).

Dengan bertambahnya masyarakat miskin dengan adanya program Biling, dinilai Hambali, lantaran sejumlah siswa yang berasal dari keluarga mampu, ikut-ikutan mendaftar melalui Biling dengan memalsukan status ekonomi.

“Miris, kasihan siswa yang benar-benar berasal dari keluarga miskin dan tidak dapat diterima melalui biling,” pungkasnya.

Ia menyatakan sudah banyak pengaduan dari keluarga tidak mampu yang tidak diterima melalui program Biling. Oleh karena itu ia berharap, Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung mampu menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak berkelanjutan.

“Kami tadi baru saja dari Disdik kota, dan banyak sekali pengaduan dari keluarga tidak mampu, harapannya Disdik mampu mengatasi masalah tersebut agar tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Di satu sisi, salah satu wali murid dari SMAN I Bandarlampung yang namanya enggan disebutkan menyatakan, di kelas anaknya hanya terdapat delapan anak didik saja yang bukan dari jalur biling.

Namun sayangnya, justru ada beberapa di antara siswa Biling tersebut memiliki telepon selular yang bandrolnya cukup tinggi dan menjadi sorotan.

“Masa anak Biling bisa memiliki handphone merk Iphone sih. Kasihan anak lain yang tergolong gak mampu, namun malah gak diterima masuk Biling,” cetus ibu tiga anak ini. (Lia/Juanda)

Komentar