oleh

1,5 Ton Daging Babi Ilegal Diamankan

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) kembali berhasil mengamankan 1,5 ton daging celeng illegal karena tidak dilengkapi dokumen.

Penangkapan daging babi itu terjadi pada,  Sabtu (20/6/2015) sekitar pukul 23.00 Wib, di mana ketika petugas KSKP saat melakukan pemeriksaan rutin di areal Seaport Interdiction (SI) tepatnya pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lamsel.

Alhasil, kendaraan Fuso wara orange bernopol B 9517 UU yang dikendarai oleh Jon Siahaan (29) warga Pondok Kopi Jakarta Timur ini petugas menemukan Daging Babi dalam bentuk karung sebanyak 10 karung besar dengan berat sekitar 1.500 kilogram tidak ada dokumen resmi.

“Untuk mengelabui petugas, daging babi ini dicampur dengan kertas Tissu. Tapi, petugas lebih jeli dalam melihat, sehingga daging babi itu kami amankan,” kata Kepala KSKP Bakauheni, AKP Feria Kurniawan, Minggu (21/6/2015).

Feria juga menambahkan, pihaknya memprediksi  pengiriman dagin celeng ini kemungkinan besar akan terus terjadi. Apalagi saat menjelang hari raya idul fitri nanti. Sebeb kebutuhan masyarakat terhadap daging akan meningkat.

“Banyaknya kebutuhan masyarakat ini bisa saja di manfaatkan para spekulan untuk mengoplos daging babi dengan daging sapi untuk meraih keuntungan yang besar,” tambahnya.

Dia juga melanjutkan, untuk pemberantasan terhadap bisnis daging babi ilegal ini cukup sulit. Sebab, didalam bisnis daging babi illegal ini memberikan keuntungan yang besar. Meskipun sudah banyak yang ditangkap, akan tetapi pengiriman masih saja berjalan.

“Dari data keterangan yang di himpun dari daerah jambi, harga daging babi dari petani hanya berkisar Rp7.000 – 10.000 per kg dan jika sampai di daerah Jabotabek, daging itu bisa laku sampai Rp50.000 per kg apalagi jika di campur dengan daging sapi, untungnya bisa 10 kali lipat bahkan lebih,” lanjut Feria.

Sementara itu menurut keterangan sopir truk Jon Siahaan (29) mengaku mendapat muatan daging babi tersebut dari Silaban (35) warga Sungai Lilin Jambi. Dimana dalam sekali mengantar daging babi tersebut, dirinya mendapat upah sebesar Rp2 juta.

“Sudah di bayar lunas mas uangnya. Saya disuruh Pak Silaban mengantar daging babi itu ke Serang banten atas nama Nababan,” ungkapnya. (Saipul/Juanda)

Komentar