oleh

Tanggamus Hentikan Penerimaan Guru

Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Pendidikan Tanggamus meminta Kepala Sekolah dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pendidikan untuk tidak menambah guru dan tenaga fungsionaris yang berstatus honorer atau tenaga kerja sukarela (TKS). Jika masih ada pengangkatan guru TKS maka tidak akan diakui atau bodong.

Hal itu dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus,Firman Ranie diruang kerjanya, Senin (18/5/2015). Menurutnya, keberadaan tenaga pendidik honorer/TKS saat ini sudah mencukupi kebutuhan.

Terlebih, pendataan TKS secara keseluruhan telah dilakukan Pemkab Tanggamus pada awal tahun yang lalu.”Kita minta agar Kepala Sekolah dan Kepala UPT tidak mencoba-coba untuk menambah atau mengganti guru honorer yang ada. Karena saat ini kita mau maksimalkan tenaga pengajar honorer yang ada di sekolah dan di UPT pendidikan,”kata Firman.

Dijelaskan Firman, saat ini pihaknya akan lebih memprioritaskan tenaga pendidik honorer/TKS yang ada.”Kita akan lebih mencermati tenaga pendidik honorer yang ada saat ini,agar mereka berkerja dengan baik dan disiplin,”ujarnya.

Apabila masih ada Kepsek dan KUPT yang ‘ngeyel’ tetap menambah guru honorer tanpa adanya rekomendasi dari Bupati,maka guru tersebut tidak terdaftar di Badan kepegawaian dan diklat daerah (BKD) Tanggamus atau yang disebutnya sebagai guru ‘bodong’.

Selain itu, Firman yang juga menjabat Kepala Inspektorat Tanggamus dan merangkap Plt.Kadis Pendidikan sudah pasti persoalan kedisiplinan menjadi fokus utamanya. Dia juga akan terus memonitor kinerja guru dan juga memaksimalkan peran pengawas sekolah,sehingga tidak akan ada lagi guru yang melalaikan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kita tidak ingin para guru mengabaikan tugas mereka disekolah,apalagi sampai meninggalkan murid.Jangan ada lagi persoalan murid tidak aktif belajar karena gurunya tidak masuk,”tegas Firman.

Apalagi setelah Tanggamus mengukir sejarah dengan berhasil mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk anggaran 2014 dari Badan pemeriksa keuangan (BPK) yang membuat
pihaknya pun semakin termotifasi untuk setidaknya mempertahankan predikat tersebut.”Suatu kebanggaan Kabupaten Tanggamus berhasil mendapatkan WTP.Oleh sebab itu,kita akan berusaha membina dan lebih mencermati tenaga pendidik agar kedepannya Tanggamus akan lebih baik sehingga mampu bersaing dengan Kabupaten/Kota lainnya,”pungkasnya. (Imron/Juanda)

Komentar