oleh

Jalinbar Jadi Lahan Reklame Bodong

Harianpilar.com, Tanggamus – Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Tanggamus mencatat sediktinya ada 30 papan reklame/billboard  yang berada di sepanjang Jalan Lintas Barat (Jalinbar) tidak mengantongi ijin (Bodong). Mirisnya, justru reklame illegal ini berasal dari beberapa perusahaan besar.

Kepala KPTSP Tanggamus, A. Dasmi mengatakan,

“Hingga saat ini ada sekitar 30 reklame billboard dan papan reklame milik perusahaan yang belum mengurus izinnya. Padahal produk yang ditampilkan di billboard merupakan produk kelas satu di Indonesia, seperti iklan Djarum dan Asus. Keduanya merupakan salah satu produk terkemuka dengan omzet marginya mencapai miliaran rupiah.
Tapi mengurus perizinan saja, tidak pernah dilakukan. Padahal produk ternama lho, bukan produk asalan,” ungkap Kepala KPTSP Tanggamus A Dasmi, Selasa (5/5/2015).

Pihak KPTSP, akunya, telah melayangkan surat teguran sebanyak dua kali kepada kedua perusahaan tersebut, tapi sampai sekarang belum juga ada direspon dari kedua perusahaan itu.

“Jika dalam waktu dekat mereka belum juga mengurus izinnya, maka akan kita copot paksa,” tegasnya.

Dalam pencopotan rekalame yang tidak berizin itu, sambung dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-pp) Tanggamus.

Kemudian Ia menjelaskan, untuk melakukan pembuatan perizinan sebenarnya tidaklah sulit. Perusahaan cukup dengan memberikan surat permohonan kepada KPTSP yang sudah di lampirkan surat rekomendasi dari aparat Pekon dan Kecamatan di sekitar lokasi papan iklan yang hendak di pasang.

Selanjutnya masa berlaku izin tersebut, terang dia, selama tiga tahun. Setelah itu, perusahaan pemilik iklan dan billboard tersebut harus melakukan registrasi ulang untuk perpanjangan perizinannya.

“Untuk biaya administrasi, tidak ada perbedaan antara iklan yang terpasang di papan reklame dengan lokasi di pinggir jalan nasional atau pun di jalan pekon,” terang dia.

Ia juga berharap peran aktif dari kepala Pekon serta camat setempat. Sebab, mereka yang lebih mengetahui secara pasti wilayahnya.

“Jadi, bila ditemukan papan reklame atau pemasangan iklan yang tidak berizin, segeralah tegur,” tukasnya. (Imron/JJ)

Komentar