oleh

Belum Bayar Koran, DPRD Mesuji Didemo

Harianpilar.com, Mesuji – Lantaran tunggakan piutang Koran yang belum dibayarkan sejak 2012-2015, puluhan wartawan baik media cetak harian, mingguan maupun wartawan elektronik ngeluruk di DPRD Mesuji. 

Kedatangan puluhan wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mesuji di DPRD tersebut langsung diterima oleh Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrulloh SE, Wakil Ketua I DPRD Drs. Musholi, Wakil Ketua II, Iwan Setiawan, anggota DPRD Haryati Chandra Lela, Bob Nasution, Dedi Mulyadi, Arwin, Supriyanto SE, dan beberapa anggota DPRD Mesuji lainnya.

Salah satu Juru Bicara (Jubir) pewakilan wartawan, Surya Pradipta mengatakan, kedatangan rekan-rekan wartawan di DPRD Mesuji taklain untuk mempertanyakan serta mencari solusi terkait tunggakan iklan dan koran yang hingga saat ini belum jelas.

Sementara, persoalan tersebut sudah terjadi sejak tahun 2012 – 2015 namun belum ada penyelesaian.

“Bila persoalan ini terus dibiarkan maka sekretariat DPRD Mesuji tidak menghargai keberadaan media di Mesuji serta memutuskan harapan dan masa depan wartawan dan media yang ada di Mesuji dan persoalan ini sudah lama terjadi tetapi hanya tanggapan digin serta anggin surga yang dilontarkan pihak sekertariat DPRD semata,” jelasnya.

Dikatakan Surya, seharusnya Sekertaris Dewan (Sekwan) peka terhadap hutang piutang yang ada di Sekertariat DPRD apalagi persoalan ini sudah muncul sejak tahun 2012, namun hingga saat ini belum terbayarkan.

Dan lebih anehnya lagi seoalah-olah Sekwan yang baru semasa pergantian Aris Fadilah, ke Sekwan Mardianto terkesan lepas tanggan tanpa memikirkan nasib wartawan yang bertugas di Mesuji lantaran tunggakan di kantor meningkat.

“Kami kecewa dengan sikap Sekertaris Dewan (Sekwan) Drs. Mardianto yang terkesan tidak mau ambil pusing dengan tunggakan iklan dan koran seluruh media. Bahkan saat dialog dengan DPRD Mesuji hingga pukul 16.30 Wib yang bersangkutan tidak nonggol, bahkan ketua DPRD berkali-kali mencoba menghubungi yang bersangkutan hingga selesai dialog nomor HPnya tidak aktif,” tegasnya.

Memang, lanjut Surya, tunggakan baik koran maupun Iklan yang memang belum ada pelunasan ini terjadi dari tahun 2012 dan 2013, sementara tahun 2014 hanya ada beberapa media yang belum terlunaskan sedangkan pembayaran tunggakan di tahun 2015 juga belum ada kabarnya.

“Kami berharap Sekwan dapat tanggap dan segera menyelesaikan persoalan ini. Karena, seluruh wartawan yang bertugas di mesuji selalu dimintai pertanggung jawaban dari kantor terkait tunggakan tersebut sementara Sekwan terkesan tutup mata dan telingga tanpa memikirkan nasib wartawan,”singkatnya.

Selain mempertanyakan tunggakan tersebut, berbagai aspirasi dan kekecewaan wartawan juga dilontarkan didalam forum dialog tersebut seperti disebutkan oleh Kabiro Lampung Expres Misdi, mengatakan, selain adanya tunggakan yang belum dilunasi, oplah koran yang hanya 5 eksplar dan bajeting iklan yang hanya Rp5juta pertahun kami juga mengharapkan bajet iklan dan koran harus dipertimbangkan kembali.

“Kita akui, memang anggaran sedikit namun kami harapkan baik oplah koran maupun iklan dapat ada penambahan karena kami menilai hanya di DPRD Mesuji saja yang oplahnya hanya 5 eksplar dan bajet iklan 5 juta. Oleh karena itu kami berharap adanya pertimbangan apalagi ini hanya untuk 1 tahun,”tukasnya.

Sementara Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrulloh SE, mengatakan aspirasi yang disampaikan terkait tunggakan iklan dan koran baik itu tahun 2012 dan 2013 akan segera kami diskusikan dengan sekwan baik itu sekwan lama maupun sekwan baru dan beberapa orang yang memang ada kaitannya apalagi persoalan ini sudah ditanggani oleh Inspektorat juga.

“Kita akui memang untuk anggaran memang sagat sedikit, namun akan kita akomodir diapbd perubahan. Sebetulnya ini ranah sekertariat DPRD atau Sekwan Mardianto, namun hingga pukul 16.30 Wib bahkan sudah ditelpon dan diperintahkan untuk mencari Pak Sekwannya tidak kunjung datang juga, dan inilah yang terjadi di DPRD,” jelas Fuad.
Namun yang jelas Lanjut Fuad yang diamini Wakil Ketua DPRD I, Wakil Ketua II dan beberapa anggota DPRD lainnya persoalan ini akan segera kami bahas dan akan segera kami pertanyakan jangan sampai persoalan ini berlarut-larut. “Kita juga sagat miris dengan kondisi seperti ini apalagi tunggakan yang belum dibayar yakni tahun 2012 dan 2013. Untuk itu akan segera kita selesaikan,”tukasnya.

Sementara Kabag Humas Mesuji Drs. Ma’rup, memaparkan bahwa untuk tahun 2014 seluruh tunggakan sudah dilunasi namun ada beberapa koran saja yang belum lunas karena terjadi kesalahan sementara untuk anggaran hanya diplot sebesar Rp105 juta, sementara tagihannya melambung tinggi.

“Lain hal untuk tunggakan tahun 2013 itu sudah dihitung sebesar Rp254juta lebih, tetapi setelah data masuk terjadi lonjakan mencapai Rp354 juta. Akibat itulah yang menyebabkan adanya tunggakan dan ini terjadi pada zaman sekwan Aris Fadilah. Sedangkan untuk APBD Tahun 2015 hanya Rp200juta yang diposkan untuk Koran, dan Rp220 juta untuk Iklan, dan Rp40 juta untuk cetak buku Lampung Post,” tukasnya. (Sandri/JJ)

Komentar