oleh

BBM Turun, SPBU Diserbu

Tanggamus (Harian Pilar) – Kebijakan pemerintah yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) di angka Rp.6.600/liter dari yang sebelumnya Rp8500/liter dan solar Rp6.400/liter menyebabkan menumpuknya antrian kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Antrian panjang warga untuk ‘memborong’ BBM di SPBU sudah dimulai sejak pukul 05.00 pagi,bahkan hingga meluber ke badan jalan.Imbasnya,stok BBM seperti premium,solar dan pertamax di sejumlah pangkalan SPBU di Tanggamus pun sudah habis pada pukul 09.00 pagi.

Seperti nampak di SPBU Kotaagung yang sudah kehabisan stok BBM pada pagi hari,menurut pegawai SPBU kejadian ini sudah dimulai sejak hari Senin (19/1/15).

“Sudah habis mas,sejak kemarin (19/1/15) BBM diserbu warga,” kata dia, Selasa (20/1/15).

Menurutnya,aksi borong BBM ini lantaran turunnya harga BBM,dia pun tidak mengetahui kapan ‘fenomena’ ini akan berakhir,”Wah,belum bisa dipastikan mas kapan berakhirnya,tapi semoga saja dalam beberapa waktu ke depan sudah kembali normal,”lanjutnya.

Tak pelak,kejadian ini pun menjadi keresahan tersendiri bagi warga Begawi Jejama.Khususnya bagi pegawai dan pelajar yang ingin mengisi bahan bakar kendaraannya.

Seperti yang dialami Moko,pegawai di Disbudparpora Tanggamus itu mengaku sangat kecewa dengan kejadian ini,dia tidak menyangka kebijakan Pemerintah yang menurunkan harga BBM ternyata harus dibayar dengan kesulitan mendapatkan premium bagi kendaraan R2 miliknya,”Repot kalau begini mas,waktu BBM naik gampang mendapatkannya,malah saat harganya turun kita sulit mendapatkannya,”keluhnya.

Kalau sudah begini,sambung Moko mengisi bahan bakar di kios pengecer yang berada di sekitar SPBU pun menjadi solusi jitu agar tidak terlambat ngantor.

Senasib dengan Moko,hal serupa pun dilakukan Rudi yang mengisi kendaraan R4 nya di kios,akibatnya dia pun mengeluarkan ongkos ekstra lantaran harga di kios pengecer yang menyentuh harga Rp.9000 per liternya.

“Ya,terpaksa beli bensin (Premium) di kios daripada kendaraan tidak bisa jalan,”kata Rudi.

Rudi pun berharap agar pemerintah dan Pertamina dapat mengatasi kelangkaan BBM ini,”Saya sangat mengharapkan agar pengisian BBM dapat berjalan normal lagi,sehingga tidak perlu mengisi di kios lagi,”candanya.

Sementara itu,kelangkaan serupa pun terjadi di SPBU Talagening yang sudah tidak bisa melayani lagi lantaran stok BBM sudah ludes sejak pagi hari.

Tidak ada aktifitas kesibukan dan antrian panjang yang mewarnai di SPBU milik Pemkab Tanggamus tersebut.

“Maaf mas,sedang menunggu pengiriman dari Pertamina,”kata salah seorang perkerja setempat.(Imron/JJ).

Komentar