oleh

90 Ribu Warga Lamsel Belum Terima E-KTP

Lampung Selatan (Harian Pilar) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Selatan meminta kepada Pemerintah Pusat untuk memperpanjang masa berlaku KTP SIAK, mengingat hingga saat ini masih ada sekitar 90 ribu warga masyarakat Lamsel yang belum menerima E-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lamsel Edy Firnandi mengatakan, untuk saat ini sekitar 90 ribu masyarakat Kabupaten Lampung Selatan belum menerima E-KTP, karena permasalahnya belum tercetak.

“Saya berharap pemerintah memperpanjang masa berlaku penggunaan KTP SIAK,” kata Edy saat melakukan pembahasan RAPBD dengan anggota DPRD setempat, belum lama ini.

Dikatakannya, semua peralatan dan oprator untuk mencetak E-KTP sudah berada dikantor, tetapi pihaknya masih menunggu belangko yang hingga saat ini belum dikirim oleh Pemerintah pusat, dengan kendala belangko tersebut pihaknya belum bisa mencetak E-KTP, “peralatan semuanya sudah siap, kami hanya menunggu belangkonya saja,” lanjutnya.

Edi juga menambahkan, pada tahun 2015 mendatang Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Selatan akan terus melakukan pembenahan di segala bidang yang berkaitan dengan dokumen kependudukan dan catatan sipil, “kami berharap kepada seluruh aparat Desa sampai tingkat Rukun Tetangga (RT), agar setiap ada masyarakat yang meninggal dunia agar segera melaporkan kepada aparat desa sehingga dapat segera melapo kepada Dinas Disdukcapil, agar input dan autputnya tercatat,” tambah Edy.

Disdukcapil juga berkomitmen menertibkan seluruh dokumen yang ada, karena selama ini banyak ditemukan Dokumen aspal, seperti dokumen akte kelahiran, bahkan untuk saat ini belum ada data resmi jumlah angka kematian disetiap Desa atau Kecamatan, pihaknya juga berjanji akan memantau tenaga kerja asing yang masuk Kabupaten Lampung Selatan, “mudah-mudahan pada tahun 2015 mendatang kami bisa mendata semua itu, karena pada tahun 2015 kita juga akan mengelar pilkada, jadi jumlah pendudukanya harus benar-benar akurat, jangan samapi ditemukan orang yang sudah meninggal mendapatkan kartu pemilih,” terangnya. (Saipul/JJ).

Komentar